Nama Fajar Sadboy semula dikenal hanya sebagai artis karena viral. Namun, Fajar menunjukkan perkembangannya sebagai multitalenta.
Owner manajemen Juara Kreatif, CongQ, menceritakan perjalanan panjang Fajar hingga berada di titik sekarang. CongQ menegaskan kondisi perjalanan Fajar sebenarnya tak mudah.
"Dalam satu tahun mungkin pendapatan Fajar saya bisa hitung itu paling Rp 50 juta. Itu kadang sebulan Rp 3 juta, sebulan Rp 2,5 juta, dan Fajar tiap hari datang ke kantor, 'Pak, ada pekerjaan gak?'. Terus besok datang, 'Jar, main PS dulu', pasti begitu terus nih," kata CongQ kawasan Ancol, Jakarta Utara, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama empat tahun menangani Fajar Sadboy, perjuangan mereka tak mudah. Bahkan, Fajar yang juga merambah peruntungan di dunia tarik suara, ada saja single-nya yang tak diterima publik.
"Empat tahun akhirnya dia punya keadaan yang lebih baik," lanjutnya.
CongQ mengaku, dirinya dan Fajar Sadboy pernah berada di titik sulit. Bahkan untuk urusan makan dilakukan bersama seadanya.
"Fajar juga pernah cerita, 'Kalau kita gak dapat pekerjaan gimana?'. Ya sudah kita gak makan bareng, karena di manajemen kan kalau Fajar dapat pekerjaan baru kita dapat juga pekerjaannya gitu juga. Tapi kalau gak ya kita makan bareng aja Jar, yang penting kita berjalan terus," tutur CongQ.
Ia juga mengingatkan kepada Fajar Sadboy sejak awal, menjadi artis tak selalu sesuai mimpi. Jika tak dapat job, fajar dan timnya rela makan mi instan.
"Kadang dia makannya itu apa aja, Indomie bungkus gitu. Ada makanan apa ya makan. Mimpi itu kan gak seenak yang kita impikan gitu. Itu dilalui Fajar," ujarnya.
Terkait kabar adanya gimmick, termasuk isu riders, CongQ tak menampik ada strategi promosi dari produk yang bekerja sama. Namun, nyatanya tak seperti yang diberitakan di luar sana.
"Kadang ada produk yang memang pengin ayolah kita bikinnya begini ya boleh gak manajemen? Karena kami juga punya kebutuhan untuk progres promotion. Kami oke kan. Yang penting kami tidak ada hal yang lebih dari yang seperti yang diberitakan dan lain-lain sebagainya," jelasnya.
Soal bagaimana Fajar bisa dikenal hingga sekarang, CongQ mengaku tak punya jawaban pasti. Namun, cowok yang kini berusia 18 tahun itu merasakan susah senang bersama manajemennya.
"Kalau ditanya bagaimana caranya Fajar bisa naik sampai sekarang, saya juga bingung jawabnya. Tapi ada satu hal, di saat perasaannya itu sama semua, sama-sama gak ada, sama-sama naik, sama-sama membagi, sama-sama mendukung, kami yakin itu lebih kekal daripada apapun," beber manajernya.
CongQ juga menceritakan upaya mereka saat karya lagu Fajar belum diterima pasar.
"Ketemu Fajar, coba nyanyi jualan lagu gak ada yang suka. Tiga lagu, empat lagu gak ada yang suka. Akhirnya ada film mencoba menawarkan, tapi bayarannya biasa, ya oke ayo kita jalan," kata CongQ.
"Belajar akting, ada teman-teman ada Mas Bruno, ada Safa yang selalu ngajarin Fajar tuh. Ini skrip nih, skrip Fajar setinggi-tinggi banyaknya itu skripnya. Dia harus menghapal. Sedangkan Fajar biasanya mungkin tidak dihadapkan dengan seperti itu akhirnya mencoba belajar. Ya saya jujur, bersyukur juga," tukasnya.
(fbr/pus)











































