Kini, Lysta pun mencoba mengembangkan kariernya. Ia mencoba peruntungan untuk menjadi seorang penyanyi.
Karya sang ayah, Adryadie sebagai pencipta lagu-lagu top, awalnya tidak menarik perhatian Lysta untuk menjadi penyanyi. Dara yang pernah menjadi finalis Puteri Indonesia pada tahun 2004 itu pun akhirnya penasaran untuk mencoba peruntungan di dunia tarik suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darah seni sang ayah memang mengalir dalam tubuh perempuan kelahiran 24 November 1987 itu. Sebagai langkah awal Lysta Yuri langsung merilis album yang berisi 9 lagu.
"Aku langsung merilis album, ada 9 lagu yang semuanya ciptaan Adriyadie. Dia papah aku, dia yang menciptakan lagu 'Widuri," ungkapnya.
Dari sembilan lagu yang ada dalam albumnya, delapan lagu di antaranya merupakan recycle. Delapan lagu itu antara lain, 'Jaino Kekasihku', 'Surat Cinta', 'Sinar Matamu', 'John', 'Rambutku Rambutmu', 'Citaku Sedalam Lautan Atlantik', 'Selangit' dan 'Widuri' yang pernah dipopulerkan oleh Broery Marantika dan Bop Tutupoli.
Pemilihan genre musik pop dangdut pun tak lepas dari peran sang ayah. Meski sebenarnya, Lysta lebih suka dengan lagu pop.
Belum lagi dirinya harus membawakan lagu seperti 'Widuri' yang memang sudah populer. "Takut salah, takut gini, apalagi 'Widuri', lebih-lebih⬠(takutnya)," pungkasnya.
(pus/fk)











































