Mengusung tema Change the Ordinary, festival musik terbesar di Indonesia itu sukses membuat sesuatu yang beda. Jika selama 13 tahun ke belakang Soundrenaline identik dengan musik rock, tapi tahun ini tidak lagi.
Gelaran pentas musik lintas genre tersaji di Garuda Wisnu Kencana, Bali sejak Sabtu hingga Minggu (5-6/9/2015). Rock, pop, jazz, sampai Electronic Dance Music (EDM) melebur menjadi harmoni yang indah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertama kalinya aku main di Soundrenaline. Biasanya kan yang aku tahu selalu rock, tapi ini nggak, jadi makin keren," kata Raisa di tengah penampilannya kala itu.
Tak mau hanya 'ganas' di hari pertama, Soundrenaline 2015 hari kedua langsung dibuka oleh Lala Karmela. Selanjutnya ada Maliq and d'Essentials, Nidji Electronic Version (N.E.V), Sheila On 7, Slank, Kotak ft. Arkarna, Dead Squad, Koil, GIGI, Mocca, sampai Tulus.
Untuk memberikan yang spesial, Soundrenaline 2015 juga menyiapkan Change the Ordinary Project. Di dalamnya ada Ari Lasso, Andy '/rif', Andien, Candil, Daniel Christianto, dan Rinni Wulandari yang berkolaborasi memainkan musik yang mewakili genrenya masing-masing.
"Idenya keren banget, berasa kayak dikerjain juga sih tadi lagu 'Raja' jadi kayak bukan punya gue, tapi sangat menikmati gue tadi," ujar Andy.
Di ujung acara, Wolfmother dipercaya sebagai penutupnya. Alhasil, band asal Australia itu sukses membuat penonton pulang dengan keringat bercucuran karena asyik bergoyang mengikuti hentakan musiknya.
Ini merupakan tahun pertama di mana Soundrenaline mengundang band luar negeri untuk manggung di dalamnya. Change the Ordinary membuat Soundrenaline akhirnya memberikan hal yang beda tersebut.
Menyajikan musik lintas genre, Soundrenaline 2015 telah membuktikan jika alunan nada memang bisa menjadi alat untuk bersatu. Tak ada lagi alasan untuk mempermasalahkan perbedaan.
Jadi, siap untuk Soundrenaline 2016 tahun depan, Go A Head People?
(dar/ich)











































