Baca: Anang Hermansyah: Om Rinto itu Legenda Industri Musik Indonesia
"Nggak ada firasat, berangkat ke Singapura juga cuma kontrol rutin biasa. Saya selalu nemenin untuk kemo, sejak Januari dokter sudah bilang kalau papa harus kemo rutin seminggu sekali. Saya cuma bawa baju 3 hari, sama sekali nggak menyangka," katanya saat ditemui di rumah duka, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (11/2/2015).
Tak banyak kalimat yang diingat Astrid di saat terakhir sang ayah. "Papa berjuang banget, mukanya capek sekali. Kalimat terakhir yang saya ingat cuma papa bilang capek," lanjutnya seraya mengusap air mata.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski kini sang ayah sudah tiada, kenangan bersamanya akan abadi pada diri Astrid. Menurutnya, banyak pelajaran yang telah diberikan Rinto untuk anak-anaknya.
"Semua kenangan nggak terlupakan. Aku paling kecil, kita sangat dekat. Kita bangga papa orang yang baik. Papa pendiam nggak pernah marahin kita anak-anaknya," kenang Astrid.
Rinto mengembuskan napas terakhirnya di usia 65 tahun karena penyakit kanker tulang belakang. Hari ini, Rabu (11/2/2015) jenazahnya akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang, Jakarta Selatan.
(wes/mmu)











































