Malam Jumat yang Meriah di Panggung Mac Demarco

- detikHot
Jumat, 23 Jan 2015 08:30 WIB
Jakarta -

Indonesia, sudah lama mengenal bahwa Kamis malam alias malam Jumat identik dengan hal-hal klenik. Akan tetapi, minggu ini kesan itu tiba-tiba saja berubah.

Di kawasan Jakarta Pusat, tepatnya Kawasan SCBD, berbondong-bondong anak muda menyerbu ke satu titik. Bukan untuk melakukan ritual gaib atau menyajikan sesajen, melainkan menyaksikan penampilan solois asal Kanada, Mac Demarco.

Bertempat di The Foundry No. 8, Mac Demarco menggelar penampilan perdananya. Itulah penyebab malam Jumat kali ini, Kamis (22/1/2015) tidak lagi suram, tapi meriah. Sebelum naik pentas, lebih dulu grup musik lokal, Jirapah membuka pesta yang dibuat oleh Prasvana dan Studiorama tersebut.

Band indie rock itu memanaskan ratusan penonton yang siap berpesta dengan lagu-lagu menghentak. Seperti 'Telephone' dan lagu terbarunya, 'Stay Loud'.

Setelah sekitar 40 menit beraksi, barulah sang idola naik panggung. Ditemani dengan band pengirinya, musisi bernama asli Vernor Winfield McBriare Smith IV itu langsung membawakan hits terbarunya 'Salad Days'.

Dengan menggunakan pakaian santai di atas panggung yang sederhana, Mac Demarco menyambungnya dengan 'Blue Boy'. Ratusan muda-mudi bernyanyi keras.

Kerap kali di sela-sela penampilannya, Demarco mengucapkan kata-kata kasar yang mengundang tawa. Misalnya yang satu ini, "I like to su** co**," ujarnya santai. Mau tak mau penonton pun tertawa.

Kemeriahan berlanjut ke 'Cooking Up Something Good', 'Let Her Go', 'Annie', 'I'm A Man' hingga 'Rock and Roll Night Club', termasuk hits milik Rammstein, 'Du Hast'. Tidak mau sekedar bernyanyi, penonton juga terlihat berloncatan mengikuti irama lagu.

Sebelum turun panggung, Mac Demarco membawakan terlebih dahulu lagu milik penyanyi legendaries Elton John, 'Candle in the Wind'. Pesta itu tiba-tiba saja berubah lembut dan penuh romansa.

Babak Encore yang spesial diberikan Mac Demarco. Tidak dengan lagunya sendiri tapi justru mendaur ulang lagu milik Metallica, 'Enter Sandman'. Megahits itu dibawakan menjadi versi mereka yang terdengar berbeda.

Ada improvisasi vokal serta tempo yang dilakukan Demarco. Namun, tetap saja, 'Enter Sandman' sukses membuat penonton menegakkan 'jari metalnya' ke udara sembari berteriak.

"Thank you Jakarta for tonight," tutur Mac Demarco kemudian menghilang dari panggung.

(mif/ron)