Majalah TIME diproduksi pertama kali pada 1923 dan menjelma menjadi salah satu majalah paling berpengaruh di dunia. Setiap selebriti maupun tokoh politik yang menjadi sampul di majalah TIME tentu merupakan kebanggan dan prestasi tersendiri. Begitu juga sejumlah musisi dan pelaku seni yang sempat didaulat menjadi sampul TIME sejak Bing Crosby membukannya di tahun 1941.
Setidaknya tercatat 25 musisi pernah tampil menjadi sampul dan isu utama. Di antaranya Louis Armstrong (1949), Frank Sinatra (1955), The Beatles (1967), The Who (1979), David Bowie (1981), Madonna (1985) dan Pearl Jam (1993).
Memasuki abad milenium, TIME masih menjadikan musisi sebagai salah satu bahan mereka. Ada lima musisi yang didaulat mengisi sampul TIME sejak tahun 2000 sampai hari ini. Siapa saja?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lauryn Hill - 'Hip Hop Nation'
|
|
Album itu terjual 12 juta kopi di seluruh dunia, dua hits di dalamnya, 'Lost Ones' dan 'Can't Take My Eyes Off Of You' menjadi yang terpopuler di banyak tangga lagu. Di usianya yang ke-24 saat itu, Hill menjadi penyanyi perempuan paling terkenal.
Ricky Martin - 'Latin Music Goes Pop'
|
|
Seperti tulisan di sampulnya, 'Latin Music Goes Pop', kala itu semua orang di dunia secara mengejutkan menyukai musik Latin. Terutama hits single di album 'Self Titled', 'Livin La Vida Loca'. Tujuh kali Platinum dan penjualan 22 juta kopi di seluruh dunia merupakan titik puncak karier Ricky Martin.
Kanye West - 'Hip Hop Class Act'
|
|
Bicara prestasi musik, sampai detik ini, Kanye menjadi musisi dengan penjualan album terlaris sepanjang masa. Musisi solo dengan penghargaan Grammy Awards terbanyak serta bagian dari '100 Orang Paling Berpengaruh di Dunia' versi TIME. Tidak salah jika Kanye terpilih mengisi sampul TIME di tahun 2005.
The Dixie Chicks - 'Radical Chicks'
|
|
"Sekedar kalian tahu, kami berdiri di sisi yang baik. Kami tidak menginginkan peran ini, kekerasan ini dan kami malu Presiden Amerika Serikat berasal dari Texas," ujar sang vokalis, Natalie Maines, saat menggelar konser tur di London tahun 2003. Setelah kejadian itu, semua hal langsung berubah.
Trio yang melejit dengan hits 'There's Your Trouble' itu mendapatkan perlawanan yang berarti dari banyak pihak, termasuk jutaan penggemarnya. Dengan lantang mereka menghancurkan CD The Dixie Chicks dengan truk penggilas, menggunakan kaos bertuliskan FUDC (F**k You Dixie Chicks) sampai Academy of Country Music Awards melarang semua hal tentang The Dixie Chicks.
TIME kemudian menjadikan tiga perempuan itu sampul setelah mereka beristirahat sejenak dan kembali di tahun 2006. Lantas, apakah Amerika Serikat sudah siap menerima The Dixie Chicks?
Taylor Swift - 'The Power of Taylor Swift'
|
|
Bicara album, pelantun 'Shake It Off' itu serta merta mengubah semua hal yang berkaitan dengan dirinya dulu di album terbaru. Dari sampul album hingga materi. Menariknya, hal itu berhasil menjadikan Taylor Swift di puncak tangga musik.
Sebagai musisi muda, Swift tidak sedikit pun gentar menghadapi banyak kritik setelah dirinya memutuskan hengkang dari situs musik streaming Spotify. Sampai-sampai CEO Spotify angkat bicara terkait keputusan Swift untuk menarik seluruh karya musiknya. Tapi, dengan mudah penyanyi yang menggemari Iggy Azalea itu menjawab seperti ini.
"Jika anda mengakses iTunes, kalian masih bisa mendengarkan albumku. Aku sudah mencoba pada Spotify, tapi rasanya ada nilai seni yang tidak dihargai. Aku tidak suka rasanya. Semua orang mengeluh tentang penurunan penjualan album, tapi mereka justru mendukung konsep streaming itu," tutur Swift emosional.
"Saya berpikir orang harus tahu ada nilai di setiap karya yang diciptakan para musisi. Sayangnya, Spotify tidak mempunyai kebijakan ke arah situ. Seharusnya berita ini sudah menjadi berita lama," pungkas Swift.











































