Melewati berbagai zaman, darah musik sepertinya tak pernah berhenti di tubuh pelantun 'Kupu-kupu Malam' itu. Baginya, seni musik seperti menjadi 'doping' untuk terus hidup.
"Dengan seni kita merasa hidup. Lewat seni kita bisa memberikan cinta kita untuk kita bisa hidup," tuturnya saat ditemui di kawasan Kemang, Kamis (3/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dulu saya rekaman dari 1953 di Lokananta itu dulu door to door, jadi saya rekaman dulu didatengin di Semarang. Buat saya yang merasakan perjalanan musik Indonesia, memang sudah melewati sesuati yang luar biasa dan saya kagum," jelasnya.
(fk/mmu)











































