Kini, festival yang memasuki tahun ketiga itu menghadirkan Hatebreed di Sonic Stage. Salah satu penampil yang sangat ditunggu malam ini.
Tidak mau mengecewakan penggemarnya yang sudah 12 jam bertahan, Jamey Jasta Cs tak banyak basa-basi. Distorsi khas hardcore punk berbunyi mengiri 'Never Let It Die'.
Terlihat pagar terdepan yang membatasi penonton dan panggung menjadi bulan-bulanan apresiasi metalheads dalam dan luar negeri yang hadir.
"Aku sangat suka Kreator dan Fleshgod Apocalypse. Begitu juga dengan Bullet for My Valentine. Kalian punya festival yang hebat di sini. Terima kasih telah mengundang kami lagi," teriak Jamey Jasta disambut gemuruh ribuan penonton.
Menyambung lagu sebelumnya, 'This Is Now' dan 'Last Breath' tak luput dinyanyikan band yang berdiri 20 tahun lalu. Penonton semakin menggila dengan 'moshing-pit' mereka sendiri, ditambah lagi para personel Hatebreed yang juga tampil energik di atas panggung. 'Live for This', 'Proven', 'I Will Be Heard', 'Destroy Everything' dan metaheads puas berjingkrakkan.
Tepat setelah Hatebreed, tanpa jeda Hammer Stage langsung diisi oleh Bullet for My Valentine. Apalagi, melodi gitar dari Padge sudah berbunyi, mau tak mau ribuan metalheads semakin mempercepat langkahnya demi posisi terbaik.
Lampu sorot biru dan merah tampak sangat menyilaukan, mengiringi lagu pembuka mereka, 'P.O.W'. Tidak harus menunggu lama hingga lagu kedua, 'Scream Aim Fire' dimainkan. Kepalan tangan metalheads kembali meninju dinginnya udara malam Ibu Kota.
Berikutnya ada 'Your Betrayal', 'Suffocating Under Words of So', ditambah 'Deliver Us From Evil' yang menarik koor panjang metalheads. Tentu saja, persembahan utamanya adalah lautan 'moshing' tepat di tengah barisan penonton. Tidak peduli walaupun badan sudah penuh dengan lumpur akibat hujan sore tadi.
Melihat itu, Matthew Tuck, Michael Paget, Michael Thomas dan Jason James pun semakin 'terbakar'. Mencoba menciptakan nuansa konser akbar Metallica di Jakarta bulan Agustus 2013, Bullet for My Valentine membawakan salah satu hits Metallica, '...And Justice for All'.
Kurang lebih 40 menit, Bullet for My Valentine akhirnya menutup penampilannya, 'Temper Temper', Waking the Demon' dan 'Hearts Burst Into Fire' ikut digaungkan.
"Terima kasih sudah datang dan menonton kami. Festival ini sangat keren. Sampai bertemu di lain kesempatan," ujar Tuck yang langsung disambung hits andalan 'Tears Don't Fall'. Metalheads pun bernyanyi bersama deru distorsi dan hentakan drum yang kencang.
Tersisa satu penampil lagi hingga Hammersonic 2014 benar-benar usai. Menganut prinsip 'Save the best for the last', dan puncak festival metal itu akan diisi oleh Kreator.
(hap/ich)











































