'Live At Abbey' dikerjakan selama dua hari, pada 25-26 November 2013 lalu, langsung di studio legendaries tersebut. Menariknya, album ke-13 GIGI ini menjadi album pertama mereka dengan konsep 'live recording'.
"Bicara budget, budget-nya bisa untuk GIGI bikin 10 album. Ini album termahal GIGI," ungkap manajer GIGI Dani Pete saat jumpa pers di basecamp GIGI di Kawasan Tebet Dalam IV, Jakarta Selatan, Jumat (7/2/2014).
Namun bagi empat personel GIGI sendiri, bukan sekedar materi yang membuat album ini menjadi istimewa. Tapi, Armand Cs menganggap kepergian mereka ke Inggris adalah sebuah tantangan dari pihak manajemen, sekaligus motivasi bagi industri musik.
"Hal paling menarik adalah pada saat industri musik sedang lesu, justru ada semacam tantangan dari manajemen untuk membuat album yang secara biaya tidak masuk di akal. Akhirnya kita tertantang untuk bisa menyelesaikannya, siapa tahu bisa menjadi motivasi buat musisi lain untuk tersu berkarya sebanyak dan sebagus mungkin, tidak perduli kondisinya," tegas Armand Maulana.
Dari sembilan lagu di album tersebut, terselip satu lagu ciptaan Dewa Budjana yang ternyata melibatkan gitaris Sheila On 7 Eross Candra sebagai penulis lirik. "Kan setiap personel menyumbangkan karya, terus saya menghubungi Eross, minta tolong tulis lirik," cerita Budjana tentang lagu yang diberi judul 'Ke Meja Ini' itu.
Lantas, apa jangan-jangan Abbey Road ini langkah GIGI untuk go international?
"Nggak ada go international-go internationalanlah. Orang albumnya juga buat orang Indonesia, pakai bahasa Indonesia. Bikinnya aja di luar negeri. Rekaman di Abbey Road buat kita berempat adalah anugerah. Ini usaha GIGI untuk mendapatkan pengalaman yang baru dan baru lagi," lanjut sang vokalis.
'Live At Abbey' akan dirilis dalam bentuk CD dan DVD mengingat sembilan lagu baru itu juga sudah mempunyai video klip masing-masing. Rencanannya, GIGI akan melaksanakan perilisan album barunya saat ulang tahun yang ke-20 pada 22 Maret 2014 mendatang.
(hap/mmu)











































