Indro Hardjodikoro The Fingers naik ke atas panggung 'Salihara Jazz Buzz Tribute To the Masters: Ini Hanya The Beatles' di Teater Salihara, Jakarta Selatan, Sabtu (18/1/2014) malam. Penonton yang diperkirakan 100-an orang dengan intim menikmati setiap aransemen apik lagu-lagu The Beatles.
Tidak ada distrosi George Harisson atau ritmik John Lennon, apalagi ketukan ala Paul McCartney dan Ringgo Star. Bunyi piano Andy Gomez yang dimainkan penuh melodi, serta petikan duo bass ciamik Indro dan Fajar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum lagi terumpet Indra Dauna tak disangka menemani penampilan Indra Harinhandoyo The Fingers. Pada lagu 'Michele' pun terjadi hal yang sama. Malahan solo drum milik Yandi yang dimainkan lebih dari 5 menit turut menjadi bagian yang sangat menyegarkan.
Beda dengan 'Norwegian Wood' dan 'Julia' yang mengalun kemudian. Indra Harihandoyo The Fingers bereksplorasi dengan lebih up-beat dan keras. Unsur musik pop rock juga ikut dimasukkan selama dua lagu hits tersebut dimainkan.
Suasana hujan di luar gedung yang ditambah dingingnya pendingin ruangan membuat penonton tak mau hanya diam. Apalagi barisan lesehan cukup riuh mengelilingi para personel yang berdiri tanpa panggung khusus.
Penampilan solo bass dari Fajar mengambil alih panggung. Sementara yang lain beristirahat Fajar menghipnotis dengan harmoni sempurna 'Here Comes the Sun' dengan bermodalkan bass. Setelahnya, dua bintang tamu menambah semarak Salihara Jazz Buzz 'Tribute To the Masters'.
Hits 'Yesterday', 'If I Feel', 'The Long & Winding Road' serta 'Blackbird' dibawakan dengan dua vokalis utama pria dan wanita. Penonton yang sedari tadi malu-malu bernyanyi, kompak menarik koor merdu di balik dua suara yang mempimpinnya.
Kelompok yang sudah malang melintang di sejumlah festival mancanegara itu kemudian menutup penampilan mereka lewat hits 'Strawberry Field'. "Sudah-sudah, gue nggak nyiapain buat encore nih," seloroh Indro Hardjodikoro sekaligus akhir 'Ini Hanya The Beatles'.
Gemuruh tepuk tangan penonton menyambut kemudian. Sebelumnya, bertemakan 'Sayap Kecil Jimi Hendrix', Glen Dauna project lebih dulu menghebohkan Teater Salihara. Sejumlah karya seperti 'Purple Haze', 'Third Stone', 'The Wind Cries Mary' dan 'Hey Joe' mengalun 'kasar' dari pianis jazz terbaik Indonesia itu.
'Salihara Jazz Buzz Tribute To the Masters' masih akan terus berlanjut hingga akhir bulan Januari 2014 setiap hari Sabtu. Pada 25 Januari mendatang, 'Nada Biru Thelonious Monk' dan 'Kepada Chick Corea' siap dibawakan Sri Hanura & Adra Karim dan Indra Lesman Group, sekaligus menjadi minggu terakhir 'Salihara Jazz Buzz Tribute To the Masters'.
(hap/ich)











































