"Oh, Please!" jawab Alex James sang pembetot bass Blur ketika ditanya pandangannya tentang era kejayaan britpop yang mungkin akan datang lagi. Mengapa Alex dan Graham Coxon (gitar) tak ingin hal tersebut terjadi?
Selama beberapa tahun terakhir, band-band terbaik dari tanah Inggris seperti The Stone Roses dan Pulp memutuskan kembali bermusik lagi. Bahkan Suede dan Bloc Party telah membuat album baru, begitu juga dengan Placebo.
Melihat fakta tersebut, bukan tak mungkin jika demam britpop akan datang lagi. Tetapi Graham Coxon tak berharap demikian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alex pun sependapat dengan Graham. Menurutnya, Blur tidak akan membuat karya yang sama dari waktu ke waktu.
"Kami membuat suara, ketukan berbeda. Jika kami membuat rekaman baru, kami tidak akan membuat sesuatu yang baru. Hal hebat mengenai Blur, kami selalu berkembang secara konstan," ucap Alex.
Band dengan album perdana 'Leisure' itu merasa punya keasyikan tersendiri dalam tiap era yang mereka lewati dalam bermusik. Dalam masing-masing era tersebut, memiliki makna yang berbeda.
"Waktu 90-an, keasyikan kami adalah pengalaman yang kami rasakan dan konsentrasi pada hidup. Saya menggunakan musik dalam cara berbeda, saya menggunakan musik untuk relaks, untuk kontemplasi. Dulu tahun 90-an rasanya kami ingin memainkan musik cepat, secepat yang kami mau. Sekarang kami perlu yang lebih lambat, dengan suara yang lebih instingtif," papar Graham.
Jika melihat perkembangannya, masa paling produktif Blur memang terjadi pada tahun 1991-1999. Mereka mencetak enam album yang berpengaruh pada perkembangan musik britpop.
Alex dan Graham mengaku memiliki lagu favorit yang berbeda-beda untuk dimainkan di atas panggung. Emosi penonton saat lagu dimainkan, cukup berpengaruh bagi mereka.
"Saat kami harus kembali dan memainkan lagu dari album 'Modern Life is Rubbish', ini membawa kembali emosi seperti lagu 'For Tomorrow', mengembalikan era dimana kami masih muda dan awal-awal membantuk band ini," ucap Alex.
Setelah lebih dari 22 tahun bersama, Alex dan Graham mensyukuri semua pencapaian mereka selama ini sebagai band yang masih solid. Sulit bagi mereka untuk membayangkan pekerjaan lain.
"Kami akan menjadi gila, mendorong troli belanja yang penuh sampah. Musik ini adalah semua yang bisa kami lakukan," sahut Graham.
(ich/ich)











































