Sudah lima tahun band Padi vakum. Piyu sang gitaris sibuk bersolo karier. Lalu apakah personel lainnya harus berdiam diri sementara semangat bermusik mereka masih sangat bergejolak?
Karena itu lahirlah Musikimia. Sebuah band baru dengan para punggawa yang sudah tidak asing lagi di industri musik Indonesia. Fadly masih sebagai vokalis begitu juga dengan Yoyo drummer dan Rindra bass.
Satu lagi personel Padi, Ari sang gitaris kali ini memilih untuk berada di balik layar. Ari yang penasaran dengan ilmu bisnis mencoba menyalurkan minatnya sebagai manajer Musikimia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau dulu di Padi ada dua gitar sekarang satu saja. Dengan satu gitar ternyata Musikimia sudah terasa penuh kok," ujar Fadly ditemui detikHOT baru-baru ini.
"Kita dengan formasinya berempat ini terasa lebih simple. Minimalis teknis dan chanel tapi kita akan memberikan sesuatu yang maksimal," sambung Yoyo.
Beberapa lagu telah diperdengarkan band yang lahir 17 Agustus 2012 itu kepada publik. Bahkan single perdana mereka 'Apakah Harus Seperti Ini' dirilis resmi lewat iTunes Indonesia hari ini, Rabu (6/1/2013).
Lagu tersebut dibuat Fadly karena terinspirasi dari tokoh sastrawan dan aktivis Indonesia Widji Thukul. Semangat perlawanan dan perjuangan Widji yang hebat juga menjadi inspirasi mereka untuk memberanikan diri membentuk Musikimia.
Mereka telah menerima kenyataan Padi vakum dan entah sampai kapan. Tapi bukan berarti mereka harus diam dan menunggu tanpa melakukan apa-apa.
"Saya pernah bilang kalau Padi harus berhenti saya nggak mau main musik lagi dan mending jadi petani di kampung. Tapi kata Fadly kalau saya pulang berarti menyerah kalah," kisah Rindra.
Musikimia dibentuk atas chemistry yang masih sangat erat di dalam diri para personel Padi ditambah rekan bermusik mereka, Stephan. Musikimia pun akhirnya mendapatkan kontrak rekaman selama beberapa tahun bersama Sony Music yang juga menaungi Padi.
"Intinya kami menjaga diri kita agar terus menjadi musisi yang mau merdeka. Menjaga jiwa kita untuk tetap merdeka. Tidak diatur, dipaksa dan dikekang," tandas Fadly.
(dee/mmu)











































