Headbanging Bareng Anthrax dan Hellyeah di Ancol

Headbanging Bareng Anthrax dan Hellyeah di Ancol

- detikHot
Minggu, 01 Apr 2012 00:55 WIB
Headbanging Bareng Anthrax dan Hellyeah di Ancol
Jakarta - Pantai Karnaval Ancol, Jakarta Utara, hingar bingar dengan kedatangan dua band heavy metal asal Amerika Serikat, Sabtu (30/3/2012) malam. Hellyeah dan Anthrax mengajak para penggemarnya berteriak dan headbanging bersama dengan lagu-lagu cadas mereka.

Layaknya nonton konser band metal, sebagian besar penonton yang hadir datang dengan dandanan sangar. Rambut gondrong, kaos hitam, dan boots selutut menjadi pemandangan yang biasa.

Tapi, ada juga lho penonton yang datang memakai rompi sebuah partai politik. Oke, cukup bicara soal kostum penonton. Mari membahas jalannya konser.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hellyeah naik ke panggung sekitar pukul 20.30 WIB untuk memanaskan suasana. Seperti di acara-acara konser band luar negeri di Jakarta sebelumnya, penonton diajak mengumandangkan lagu 'Indonesia Raya' sebelum konser mulai.

Teriakan panjang nan menggelegar dari sang vokalis Chad Gray yang muncul dari balik panggung, semacam tanda bagi para penonton untuk mulai headbanging, berteriak, dan nyanyi bersama (meskipun lirik yang dilantunkan tak terdengar terlalu jelas). Hellyeah membuka konser sebelum Anthrax tampil dengan lagu-lagu andalannya seperti 'Cowboy Way', 'Mother of Time', 'Stampede' 'Hell of a Time' dan 'Betterman'.

Tentunya lagu-lagu keras yang didukung tata suara menggelegar bisa memancing penonton untuk 'menggila'. Tapi, entah karena terbuai, jaim, atau bahkan tak terlalu mengenal musiknya, ribuan penonton yang hadir seolah terdiam memaku. Mungkin hanya sesekali mengangguk-angguk.

Seruan Chad kepada penonton untuk melompat bersama juga hanya bertahan di satu atau dua lagu. Hanya beberapa orang yang terlihat asik sendiri melompat-lompat sambil mengangkat tangannya ke atas sepanjang pertunjukan band yang terbentuk pada 2006 lalu itu.

"Mungkin dari kalian ada yang belum mengenal kami. Kami Hellyeah sangat senang berada di sini untuk pertama kalinya," ucap Chad yang tampil santai dengan kaos lengan buntung dan celana pendek. Ia kemudian memperkenalkan personel band pelantun "You Wouldn't Know' itu satu persatu.

Anthrax, band thrash metal legendaris yang ditunggu-tunggu akhirnya naik panggung sekitar pukul 21.50 WIB. Setelah 'Intro' untuk menyapa penonton, Joey Belladonna tanpa basa-basi langsung membakar semangat penonton dengan lagu 'Earth on Hell'.

Kali ini penonton menunjukkan reaksi yang jauh lebih baik. Mereka tak lagi malu-malu untuk terhanyut dalam lagu dengan ekspresinya masing-masing. Ada yang joget ke depan dan ke belakang, berputar-putar, melompat, hingga diam di tempat sambil headbanging.

'Fight em Til You Can't', 'Caught In A Mosh', 'Anti Social', dan 'The Devil You Know' membuat suasana konser semakin panas. Bahkan kerumunan penonton Festival A di bagian tengah membuat lingkaran sebagai area mosh pit.

"Dari hatiku yang paling hitam, aku mengucapkan terima kasih untuk semua yang berada di sini," ujar sang gitaris Scott Ian yang mendirikan Anthrax pada 1981 silam.

Semenjak dibentuk 20 tahun lalu, Anthrax telah berkali-kali mengalami pergantian personel. Hanya Scott Ian dan drummer Charlie Benante yang tak pernah absen dalam semua album mereka.

Kedatangan Anthrax mempertunjukkan musiknya secara langsung kepada para penggemar thrash metal di Indonesia memang sangat ditunggu-tunggu. Apalagi band tersebut merupakan salah satu dari "empat besar" thrash metal bersama dengan Metallica, Slayer, dan Megadeth.

Setelah 'dihajar' dengan 'Death Rider', 'Medusa', dan 'Among The Living', konser yang dihelat promotor Blade Indonesia itu belum juga usai. Scott Ian cs memainkan 'Madhouse', 'Metal Thrashing Mad', dan 'I'm The Law' saat encore.

Ketika konser selesai, tampak raut muka lelah serta keringat yang mengucur deras dari penonton yang berjoget liar sepanjang konser.




(ich/ich)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads