Tepat pukul 20.17 WIB akhirnya Il Divo menaiki panggung dengan setelan jas yang rapi. Antusias penonton pun tak dipungkiri lagi, mereka menyambut grup vokal asal Italia ini dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
Tanpa membuang waktu lagi, grup vokal yang terdiri dari Carlos MarΓn, Urs Buhler, David Miller, dan Sebastien Izambard ini langsung membuka konser mereka dengan lagu 'Come What May'. Lagu pembuka pun sukses membuat penonton merinding.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Adagio', 'Nella Fantasia' dan 'Situ Mi Amas' dibawakan dengan penampilan yang luar biasa oleh Il Divo. Penonton semakin terbawa suasana saat grup vokal multinasional ber-genre pop opera ini menyanyikan lagu yang pernah dipopulerkan sang diva Madonna tahun 90-an, 'Don't Cry For Me Argentina'.
"I have a special gift, saya ingin satu pertanyaan dari penonton. Mungkin pertanyaan seperti 'apa warna favorite saya?'. Ayo ini kesempatan kalian menanyakan langsung kepada saya. Apa? Apakah saya jomblo? (menanggapi pertanyaan penonton)," canda Sebastian yang membuat penonton tertawa.
Lagu 'My Way' dipilih sebagian lagu penutup di sesi pertama yang diiringi standing applause dari penonton. Setelah break 20 menit sesi kedua dibuka kembali dengan lagu 'Senza Parole' yang diambil dari album terbarunya.
Grup yang diiringi Orchestra arahan Aminoto Kosin ini menyanyikan sekitar 20 lagu dari album lamanya maupun album barunya yang berjudul 'Wicked Game'. Di antaranya, 'Everytime I Look At You', 'Hallelujah', 'Melanconia', dan 'Crying'.
Semua lagu dibawakan dengan sangat menawan yang membuat penonton tehanyut dalam suasana. Setelah sekitar 120 menit, Il Divo menutup konsernya dengan 'Time To Say Goodbye'.
(kak/hkm)











































