"Dulu college pop punk, sekarang pop punk aja karena nggak teenage lagi. Tapi dari awal emang garis merahnya selalu pop punk," ujar sang vokalis Aska kepada detikhot, baru-baru ini.
Selama 12 tahun berjalan, band-band baru yang setipe dengan mereka pun bermunculan. Band asal Bandung itu melihat hal tersebut sebagai acuan, bukan saingan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tak kalah dengan band-band baru, Rocket Rockers pun melakukan banyak upaya untuk mengembangkan musik mereka. Tapi mereka punya cara tersendiri.
"Bukannya cari band pop punk baru, kadang kita dengernya malah yang lama-lama. Kalau dengar yang baru udah pasti kalah sama yang muda-muda. Jadi kita lebih menggali lagi karya lama dari musisi tertentu lalu kita masukin unsur kekinian. Itu bisa jadi sesuatu yang baru justru," tutur sang gitaris Lowp.

Detikhot pun mengajak Rocket Rockers membayangkan apa yang akan terjadi pada musik mereka 10 tahun mendatang. Dengan kompak pelantun hits 'Reuni' itu bilang kalau mereka tetap akan pop punk sampai kapan pun.
"Cuma mungkin lebih epic. Gue pribadi ngebayangin pengen punya album yang epic, dibikin gegap-gempita. Manggung di Balai Sarbini dengan nuansa megah," khayal Ucay.
"Sepuluh tahun, Rocket Rockers punya tiga album the best sama dua album tribute dari Slank. Jadi dibalik, sekali-kali band tua yang buat tribute buat yang muda," kelakar Aska.
(yla/mmu)











































