G30S-Konspirasi: Gerakan 30 September Konspirasi

Main Stage

G30S-Konspirasi: Gerakan 30 September Konspirasi

- detikHot
Rabu, 26 Okt 2011 16:36 WIB
G30S-Konspirasi: Gerakan 30 September Konspirasi
Jakarta - Untuk memperkenalkan karya-karyanya, band Konspirasi membuat gimmick tersendiri. Seperti ketika merilis single perdananya, mereka mencetuskan G30S-Konspirasi alias Gerakan 30 September oleh Konspirasi.

Terdengar seram ya kalau dihubung-hubungkan dengan G30S (PKI). Namun gerakan yang mereka lakukan merupakan tindakan positif untuk menyebarkan single 'Melawan Rotasi'.

"Memutar single itu secara serentak di 130 radio pada 30 September lalu pukul 1.30 siang," terang sang gitaris Edwin Marshal kepada detikhot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konspirasi memang menempuh jalan promo seperti band-band mainstream lainnya. Padahal kalau bicara soal musik, mereka tergolong musik keras dan tidak mendayu-dayu sama sekali. Memang itu tujuan utama mereka.

Band yang berdiri akhir 2009 lalu itu ingin radio kembali memutar lagu-lagu rock. Banyak hal yang dibicarakan di album perdana mereka. Album bertajuk 'Teori Konspirasi' itu akan dirilis November mendatang oleh label E-Motion.

Ada 10 lagu dalam album itu. Konspirasi bicara soal cinta, politik, korupsi juga cara pandang soal agama. Sang vokalis Che berperan besar menulis lirik untuk lagu-lagu tersebut.

"Kalau boleh dibilang Konspirasi mendapat penanganan lirik yang brilian oleh Che. Membuat orang berpikir tapi tidak sok tahu. Memaksa orang untuk bilang, 'Oh iya ya' karena banyak orang yang hanya ikut-ikutan. Karena sistem mengharuskan. Akhirnya banyak yang tidak punya kewarasan lagi. Tidak punya kemandirian lagi di dalam sistem yang rusak," tutur sang drummer Marcell Siahaan.

"Bukan berarti kami sayap kiri. Itu benar-benar suara kami, apa yang kami ketahui. Seperti lagu 'Melacak Jejak Purba' kami menuliskan, 'Banyak berdoa, lupa sesama, rakus pahala'. Ternyata orang yang berdoa melulu itu bisa jadi rakus pahala. Kita nggak bilang itu salah, hanya menggambarkan saja. Semua kembali pada orang masing-masing," tutur Edwin.


(yla/mmu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads