Vampire Weekend Bikin Penonton Terus Berdansa

Vampire Weekend Bikin Penonton Terus Berdansa

- detikHot
Senin, 25 Okt 2010 01:51 WIB
Vampire Weekend Bikin Penonton Terus Berdansa
Jakarta - Sehari menjelang konser Vampire Weekend di Jakarta, nama band asal New York City itu terus-menerus disebut di Twitter. Tidak percuma, sejak sore hari arena konser yang terletak di Bengkel Nightpark, SCBD, Jakarta Selatan, Minggu (24/10/2010) sudah dipadati calon penonton.

Tak jarang dari mereka yang masih sibuk mencari tiket konser. Hampir pukul 20.00 WIB band Monkey to Millionaire pun didapuk untuk naik pentas. Mereka diberi kesempatan untuk membuka konser band beraliran indie rock tersebut.

Band yang digawangi Wisnu (vokal, gitar), Agan (bass) dan Emir (drum) itu membawakan nomor-nomor cantik mereka. Ditutup dengan single 'Replika' pukul 20.32 WIB. Penonton yang mulai memadati arena konser dibuat ikut bernyanyi bersama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai Monkey to Millionaire berlalu, penonton pun dibuat menunggu selama 45 menit. Para kru Vampire Weekend mulai melakukan persiapan. Penonton yang mulai memadati tempat konser pun memilih setia menanti idolanya tampil.

Tanpa basa-basi Ezra Koenig (vokal, gitar), Rostam Batmanglij (gitar, instrumen), Chris Tomson (drum) dan Chris Balo (bass) menampakkan diri di atas pentas. Penggemar mereka tidak lagi bisa menahan diri. Mereka berteriak histeris dan dua single terbaru Vampire Weekend pun langsung dilantunkan. 'Holiday' dan 'White Sky' membuat penonton tidak ragu-ragu berdansa. Lagu-lagu bertempo cepat ala Vampire Weekend menenggelamkan gerakan kaki penonton.

'Cape Cod Kwassa Kwassa' dan 'I Stand Corrected' dari album perdana mereka pun dilantunkan. Para personel Vampire Weekend sungguh energik menggoyang tubuh penonton. Bahkan ketika memasuki lagu yang tidak terlalu ngebeat, penonton yang berjumlah sekitar 2 ribu orang itu tetap berjoget.

"Kalian baik-baik saja hari ini? Senang mendengarnya. Jangan malu-malu. Kita bisa bernyanyi bersama? Ayo!" ajak Erza dan 'M79' juga 'Bryn' dibawakan.

'Bryn' yang dilantunkan dengan vokal penuh efek terdengar sangat unik dan menggemaskan. Sesekali Erza memainkan nada-nada menggelitik dari bibirnya dan penonton pun tidak mau kalah.

Lagu 'Cousins' membuat penonton makin semangat berjingkrak. Tata cahaya membuat pertunjukan semakin panas. Tata panggung mereka sangat sederhana, tanpa backdrop. Namun justru terlihat sangat cocok dengan Vampire Weekend. Karena aksi dari para personelnya sudah cukup menyita perhatian.

"Masih mood untuk berdansa?" teriak Ezra. Belum lagi penontob menjawab lagu 'A-Punk' langsung didendangkan. Teriakan histeris terdengar di setiap sudut penonton. Kehebohan yang sangat di luar prediksi. Semua berusaha menyaingi suara Ezra dan mengikuti lincahnya gaya Chris.

Di lagu 'Diplomat's Son', sang drummer terlihat sibuk memainkan shaker sementara Rostam mencabik gitarnya sampai bersimpuh di tepi panggung. Stop ternganga, lagi-lagi Vampire Weekend membuat penonton berdansa lewat tiga lagu 'Giving Up the Gun' juga 'Campus' dan 'Oxford Comma' yang di-medley.

Pukul 22.13 WIB mereka pamit sekitar 4 menit untuk encore. Penonton pun setia memanggil mereka dan berteriak "we want more" terus-menerus.

"Selamat malam," sapa Rostam dalam bahasa Indonesia. Ia kemudian mengajak penonton untuk menyanyikan lagu 'Horchata' bersama. Di lagu 'Mansard Roof' Vampire Weekend pun mengajak penonton untuk mengangkat tangan dan menari. Bak melakukan tarian kecak. Ezra yang tampil mengenakan kaus tie-dye coklat itu sangat puas menari bersama penggemarnya.

"Sangat luar biasa bisa bertemu kalian semua, semoga bisa bertemu lagi di masa mendatang," tutur Ezra pamit.

Konser berakhir pukul 22.30 WIB lewar lagu 'Walcott'. Sebelum benar-benar berlalu pergi sang drummer mendekati penonton dan memotret mereka dengan kamera SLR sebagai tanda perpisahan. Goodbye Vampire Weekend..

Aksi Vampire Weekend tidak dipungkiri lagi sangat energik. Bukan berlebihan, namun mereka memang tampil apa adanya tapi sangat total. Walaupun mereka menggantikan suara-suara perkusi di tiap lagunya dengan memutar player di laptop.

Seperti yang dijanjikan promotor Trilogy Live, ada horchata di konser tersebut. Sayangnya mereka tidak menyediakan minuman khas Meksiko itu dalam jumlah banyak. Ketika Monkey to Millionaire belum selesai pentas pun penjaga stand minuman sudah mengatakan horchata telah habis. Detikhot pun tidak berkesempatan untuk mencicipi minuman yang dijual dengan harga Rp 15 ribu per gelas itu.

Setidaknya aksi Vampire Weekend yang super energik mengobati semua kekurangan di konser tersebut. Konser penutup akhir pekan yang sungguh manis. (yla/eny)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads