Rendevous Ala The Spirit of Pink Floyd Show

Rendevous Ala The Spirit of Pink Floyd Show

- detikHot
Minggu, 29 Agu 2010 01:02 WIB
Rendevous Ala The Spirit of Pink Floyd Show
Jakarta - Mengharapkan band Pink Floyd reuni dan singgah di Jakarta, sepertinya terlalu jauh dari kenyataan. Konser The Spirit of Pink Floyd jadi alternatif untuk rendevous.

The Spirit of Pink Floyd Show adalah band asal Inggris dengan formasi Nick Radcliffe (gitar), Neil Fairclough (bass dan vokal), Andy Gibson (vokal), Stella Fairhead (gitar, vokal), Rick Benbow (kibord, synth dan vokal), Andy Treacey (drum), Adele Harley (penyanyi latar), Ben Appleby (saksofon, perkusi) dan Carolyn Harley (penyanyi latar). Band yang terbentuk sejak tahun 2009 lalu itu memang spesialis menyanyikan lagu-lagu Pink Floyd (1965-1996). Seperti apa aksinya di Jakarta?

The Spirit of Pink Floyd Show tampil di Grand Ballroom, Kempinski Hotel, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (28/8/2010). Konser yang diagendakan pukul 20.00 WIB itu akhirnya dimulai pada pukul 21.15 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penampilan mereka dibuka sambutan tata cahaya menawan juga intro lagu 'Shine On'. Lagu berdurasi 10 menit itu membuat penonton sudah bisa menebak apa yang terjadi setelah itu. Seperti menonton sinetron dengan bagian akhir yang sudah tersingkap, namun tetap dinikmati.

"Selamat malam Jakarta. Menyenangkan bisa berada di sini," ujar sang vokalis, Andy Gibson, singkat dan meneruskan konser.

Lagu 'Time' dan 'Learning to Fly', dilantunkan. Formasi The Spirit of Pink Floyd sangat komplit. Semua mengambil bagian dengan pas. Tata cahaya memang lebih menarik dibanding konser band lain di ibukota, namun juga tidak terlalu heboh. Sebuah giant sreen ditambahkan di bagian belakang panggung.

Lagu 'Money' dibawakan kemudian. Visual yang ditampilkan di giant screen tampak sangat mewakili kemarahan dalam lagu tersebut. Sekali waktu, gambar bendera Indonesia dan tulisan kata 'Jakarta' muncul di antara slide-slide gambar mereka.

Ketika membawakan lagu 'Hey You' sang vokalis mulai berani berinteraksi lebih dalam dengan penonton. Di bagian intro ia mengambil sebuah lampu sorot besar dan mulai mengarahkannya ke penonton. Ia kemudian menyorot sang gitaris yang tengah memainkan part melodi.

Menjelang akhir konser, saat membawakan 'Us and Them' juga 'Comfortably Numb', para personel The Spirit of Pink Floyd Show mengajak semua ikut bernyanyi.

Sempat terjadi encore dan mereka kembali dengan sekejap membawakan lagu 'The Wall', hits andalan Pink Floyd di tahun 1979. Semua berteriak dan bernyanyi bersama. Penonton yang sejak awal duduk diam menikmati pertunjukan pun berdiri. Pertunjukan usai tepat pada pukul 23.00 WIB.

Secara keseluruhan, bisa dibilang konser The Spirit of Pink Floyd Show memang tidak terlalu heboh. Namun cukup menarik untuk sekelas band tribute. Dua gitaris mereka sangat bisa diandalkan membawa suasana. Salah satu gitaris mereka adalah seorang perempuan. Ia ikut mengisi melodi, bermain synthesizer, juga bernyanyi.

Permainan saksofon pun cukup menyenangkan. Sayang kadang suara yang keluar terlalu berlebihan. Visual-visual yang ditampilkan di giant screen perlu diacungi jempol. Ternyata mereka juga membawa tukang tata lampu sendiri untuk mengatur pergantian cahaya secara manual. Wow..

Sayangnya, konser yang dipromotori Applause Productions itu sepi peminat. Tiket dijual dalam tiga kelas dengan harga Rp 1 juta, Rp 600 ribu dan Rp 300 ribu. Namun bisa dibilang hanya sekitar 60% kursi yang terisi. Sisanya, tanpa penghuni. Meski begitu The Spirit of Pink Floyd berhasil mengobati kecintaan penggemar Pink Floyd menyaksikan lagu-lagu idolanya dinyanyikan live.
(yla/iy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads