"Kita seharusnya berangkat tanggal 17 Mei, jam 1/2 3, tapi akhirnya ketunda," jelas gitaris Seventeen Yudhie saat berbincang dengan detikhot melalui telepon Selasa (19/5/2009).
Penundaan yang dialami Yudhie dan kawan-kawan tidak sebentar. Selama 19 jam, mereka akhirnya baru mendapat kepastian bisa terbang dari Makasar ke Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kisah sedih Seventeen ditelantarkan selama 19 jam itu bermula saat mereka tiba di bandara Sultan Hasanudin, 17 Mei 2009. Saat jarum jam menunjukkan pukul 14.30 WIB, tak ada tanda-tanda mereka akan diberangkatkan.
Hingga akhirnya pada pukul 18.00 WIB, petugas memberitahukan pesawat delay karena alasan cuaca. Pukul 18.00 WIB berlalu, kembali tidak terlihat tanda-tanda penumpang diizinkan naik pesawat. Hingga akhirnya pada pukul 19.00 WIB baru ada pengumuman kalau pesawat mengalami kerusakan ban.
"Dibilang berangkatnya jam 10 (malam-red), karena kerusakan ban," ujar Yudhie lagi.
Pada pukul 22.00 WIB ternyata petugas Merpati memberitahukan kalau pesawat tidak layak terbang. Menurut keterangan Yudhie, saat itu sekitar ratusan orang nyaris saja mengamuk. Ratusan orang tersebut adalah penumpang pesawat Merpati jurusan Makasar-Jakarta dan Makasar-Balikpapan.
Meski sudah diberitahukan pesawat tidak layak terbang, Yudhie dan personel Seventeen lainnya tidak melihat adanya pertanggungjawaban dari pihak Merpati. Malah seluruh penumpang didiamkan saja hingga pukul 01.00 dini hari. Baru setelah itu mereka diberi penginapan dan diberangkatkan ke Jakarta dengan Garuda Indonesia pada 18 Mei 2009 pukul 10.00 WIB.
Ulah Merpati itu pun membuat seluruh awak Seventeen geram bukan kepalang. Mereka merasa sangat dirugikan. Jadwal manggung yang sudah disusun menjadi berantakan.
"Kita mau menuntut perdata. Kita pengin Merpati ditutup aja karena pada kenyataannya banyak orang komplain, mana ada penerbangan kayaknya gitu," kesal Yudhie.
Ancaman Seventeen tersebut tidak main-main. Surat somasi sudah dilayangkan ke pihak Merpati. Jika dalam waktu 3 X 24 jam tidak ada tanggapan, tuntutan perdata benar-benar akan mereka lakukan. (eny/eny)











































