Buku dan album Dewi Lestari itu bertajuk 'Rectoverso'. Dee, sapaan akrab Dewi, mengaku 'Rectoverso' adalah karyanya yang paling romantis. Semua cerita dan lagu bertemakan cinta serta dibuat berdasarkan apa yang dialami Dee.
"Ini ungkapan isi hati saya. Kalau bisa dibilang Rectoverso adalah kumpulan surat cinta. Saya buat untuk membawa alam romantis bagi si pembaca dan si pendengarnya," ujar Dewi saat berbincang dengan detikhot di Poste Restaurant, The East Building, Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (17/9/2008) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemunculan 2 karya itu berawal dari keinginan Dee untuk membuat album solo keduanya. Namun saat menawarkan demo lagunya, ia pun disodorkan ide menulis buku juga.
Mantan istri Marcell itu pun menerima ide tersebut. Dee pun mulai menggarap, dan bekerja rapih. Lirik dan cerpen ia buat dengan kata-kata puitis untuk membiarkan pembaca dan pendengar berimajinasi.
Karena karya ini dikeluarkan dalam 2 versi, buku dan album, tak hayal jika waktu penggarapannya lumayan lama. Dua tahun lebih Dee berkutat dengan kata-kata puitis. "Tapi hasilnya nggak sia-sia. Meskipun saya masih bereksperimen, ini (Rectoverso-red) sangat unik dan saya suka," lanjutnya.
Buku dan album 'Rectoverso' bisa didapatkan secara terpisah. Kalau Anda tidak suka membaca, Anda bisa membeli CDnya. "Alahkan asiknya kalau buku 'Rectoverso' dibaca sambil mendengar lagunya," ujar Dee. (ebi/fjr)











































