Nurul Arifin jadi Permaisuri
Senin, 12 Nov 2007 19:22 WIB
Mojokerto - Artis Nurul Arifin siap menggebrak kembali layar lebar nasional. Digandeng mantan menteri negara pembangunan daerah tertinggal, Nurul berperan sebagai permaisuri.Mantan Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) dan aktris Nurul Arifin, menggelar syukuran pembuatan film 'Perang Bubat' di aula Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan, Mojokerto, Senin (12/11/2007).Rombongan Gus Ipul dan Nurul, tiba bersama Dirjen Sejarah dan Purbakala Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Hari Untoro Drajat, serta sejumlah kru pembuatan film.Film yang akan mengambil tempat syuting di kawasan Blitar dan Jakarta ini, menceritakan detik-detik menjelang Perang Bubat dan pasca Perang Bubat. Film ini diawali dengan upaya Kerajaan Majapahit, untuk menaklukkan Kerajaan Pajajaran, yang belum tunduk pada Kerajaan Majapahit.Karena Raja Majapahit Prabu Hayam Wuruk yang diperankan Gus Ipul belum menikah, maka muncul gagasan untuk memperistri Puteri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Kerajaan Pajajaran. Hayam Wuruk lalu mempersunting Putri Dyah Pitaloka.Menurut Gus Ipul, tema film Perang Bubat, cukup bisa dijadikan pelajaran bagi bangsa ini. Dalam film tersebut Nurul akan berperan sebagai permaisuri Prabu Wirabumi."Jauh sebelum ada upaya dari para pendiri bangsa ini untuk mempersatukan Nusantara, di masa Kerajaan Majapahit sudah ada upaya ke arah itu. Dan semua itu butuh pengorbanan," kata Gus Ipul.Rombongan Gus Ipul dan Nurul juga sempat mengunjungi Museum Purbakala Trowulan. Rombongan dikawal para anggota Banser Kabupaten Mojokerto dan Jombang. (bdh/fjr)











































