Smile: Senyum Paling Mengerikan dan Traumatis dalam Hidupmu!

ADVERTISEMENT

Smile: Senyum Paling Mengerikan dan Traumatis dalam Hidupmu!

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Rabu, 28 Sep 2022 10:20 WIB
Smile (2022)
Foto: dok. Paramount Pictures
Jakarta -

Saat melihat orang tersenyum ke arah kita, ada dua pilihan yang mungkin kita lakukan: senyum balik (meski bertanya-tanya dalam hati) atau kabur. Dalam semesta film Smile arahan sutradara Parker Finn, kabur adalah pilihan terbaik meski bukan berarti akhir paling baik.

(Artikel ini mungkin berisi spoiler!)

Dr. Rose Cotter (diperankan oleh Sosie Bacon) adalah seorang psikiater pekerja keras yang sudah berhari-hari tidak pulang ke rumah karena mengurus pasien. Suatu hari seorang pasien datang dalam kondisi histeris karena habis melihat kejadian traumatis: seorang dosen bunuh diri di hadapannya, memukul kepalanya sendiri dengan palu. Setelah itu, perempuan bernama Laura (diperankan Caitlin Stasey) itu mengaku ada yang mengikutinya. Sesuatu yang hanya bisa dia lihat oleh dirinya sendiri.

Sebagai seorang psikiater, Rose tidak bisa sama sekali meremehkan setiap perkataan pasiennya. Tapi dia juga tidak bisa sepenuhnya langsung percaya. Sampai pada akhirnya dia menyaksikan salah satu hal paling mengerikan dalam kehidupannya: Laura berdiri di hadapannya, tersenyum mengerikan sambil menggenggam pecahan kaca, lalu merobek kulit wajahnya sendiri sampai dia mati kehabisan darah.

Kejadian itu membawa Rose ke sebuah kejadian-kejadian serupa yang mau tidak mau harus berusaha dia cari benang merah dan penyelesaiannya. Kalau tidak, nyawanya tidak akan selamat. Dibantu oleh seorang polisi bernama Joel (diperankan Kyle Gallner), yang juga mantan gebetannya dulu, Rose mulai menyelidiki kasus misterius yang ternyata sudah memakan 19 dari 20 korban jiwa. Satu sisanya mungkin adalah harapan terakhir Rose untuk bertahan hidup.

Sejak detik-detik awal, Smile sudah menghadirkan atmosfer yang sangat tidak nyaman. Sampai ke momen Laura merobek wajahnya sendiri (ini bukan spoiler karena ada di trailer) kita benar-benar tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Perlahan penonton diajak untuk memasuki kehidupan Rose yang terbilang ironis: dia berusaha untuk membantu orang dengan permasalahan kejiwaan sambil bertarung melawan masalah kesehatan mentalnya sendiri.

Trauma menjadi benang merah utama film ini yang digambarkan secara pelan-pelan namun sangat mengganggu. Ada rasa tidak nyaman dan tidak aman yang muncul sepanjang hampir tiga perempat film ini karena sebagai penonton kita tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, siapa atau apa yang menebar teror, dan bagaimana awalnya hal ini bermula. Salah satu teori yang sempat muncul di film adalah soal aliran sesat.

Selain itu, Smile juga mengajak kita menyelam jauh ke dalam kehidupan Rose yang terisolasi. Sebagai seorang dokter, tidak logis rasanya dia meminta bantuan orang lain karena merasa ada sosok iblis yang memburunya. Bahkan tunangannya, Trevor (diperankan oleh Jessie T. Usher), sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia ceritakan.

Hal yang sama juga dialami oleh Laura sebagai mahasiswi S3. Orang-orang dalam film ini terjebak dalam logika mereka mengenai dunia astral dan dunia nyata, sehingga membuat kesendirian Rose semakin klimaks dan membuat kita sebagai penonton semakin tidak nyaman juga. Ditambah lagi musik berdecit-decit terdengar berulang kali serta gerakan kamera yang terbolak-balik menambah pengalaman tidak nyaman. Tapi anehnya sangat menyenangkan dan menghibur!

Jumpscare dalam film ini meski seringkali ketebak tapi tetap saja teriak karena dimunculkan dengan tidak tanggung-tanggung. Tapi lebih dari itu, yang membuat Smile sangat mengerikan adalah kenyataan bahwa ternyata hal sesederhana dan semudah senyum pun bisa sangat mengancam.

Ditulis dan disutradarai oleh Parker Finn, Smile diadaptasi dari film pendek berjudul Laura Hasn't Slept yang juga karya sang sutradara/penulis skenario. Film produksi Temple Hill Entertainment (yang sebelumnya banyak memproduksi drama dan film fantasi seperti Twilight Saga hingga Maze Runner) dan Paramount Players (sebelumnya memproduksi Orphan: First Kill) yang didistribusikan Paramount Pictures ini akan tayang di bioskop Indonesia mulai 28 September 2022.

[Gambas:Youtube]



(aay/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT