ADVERTISEMENT

Pengabdi Setan 2: Communion, Teror hingga ke Rusun

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Kamis, 04 Agu 2022 19:35 WIB
Cuplikan adegan di Pengabdi Setan 2.
Cuplikan adegan di Pengabdi Setan 2: Communion. Dok. Instagram
Jakarta -

Pengabdi Setan 2: Communion merupakan film teranyar karya sutradara Joko Anwar yang rilis di seluruh bioskop Indonesia pada 4 Agustus 2022.

Film ini masih mengisahkan keluarga Rini (Tara Basro) yang kini pindah ke rumah susun di dekat laut.

Keluarga kecil tersebut memutuskan pindah usai kejadian mengerikan menimpa keluarga tersebut yang mengakibatkan hilangnya Ian si bungsu (Muhammad Adhiyat).

Keputusan untuk pindah ke sebuah rumah susun terbilang tepat karena tak seperti sebelumnya ketika di desa, di rumah susun akan ada banyak orang yang membantu jika terjadi sesuatu pada keluarga Rini.

Hingga pada suatu hari, sebuah kejadian tak terduga terjadi di rumah susun tersebut dan teror menyebar ke seluruh penghuni.

Rini, Ayah (Bront Palarae), dan kedua adiknya terlambat untuk lari dan harus terjebak di rumah susun yang kini bukanlah tempat yang aman untuk berdiam diri.

Rumah susun yang digunakan untuk setting tempat Pengabdi Setan 2: Communion begitu mencekam dan terasa angker. Terlebih, sutradara Joko Anwar menyebut rumah susun tersebut sudah ditinggalkan selama 15 tahun lamanya.

Ical Tanjung selalu sinematografer juga berhasil membuat atmosfer horor yang ada dalam film dari rumah produksi Rapi Films ini.

Setiap detail yang ada diperlihatkan dengan sangat apik. Kengerian dari rumah susun yang penuh teror ini membuat penonton akan merasa was-was dan merinding ketika kamera menyorot ke setiap sudut di rumah susun tersebut.

BTS Pengabdi Setan 2: Communion.BTS Pengabdi Setan 2: Communion. Foto: Dok. Rapi Film

Bersetting di tahun 1984, Pengabdi Setan 2: Communion juga berhasil membawa suasana era 80-an dengan begitu ciamik.

Mulai dari bus bertingkat, radio, mobil tua, halte, bajaj, hingga bangunan tua dapat membangun suasana nostalgia.

Dalam penceritaan sekuel Pengabdi Setan ini, Joko Anwar tidak terburu-buru dalam penyampaiannya. Dengan banyaknya tokoh baru yang ada, ia menyampaikan latar belakang masing-masing secara perlahan dan tidak terkesan terlalu lambat.

Walaupun lebih banyak tokoh yang terlibat, namun para pemeran tersebut dapat mendalami setiap tokohnya dengan sangat baik.

Hal itu tak lepas dari treatment Joko Anwar sendiri yang menekankan pada sisi karakternya. Ia lebih mementingkan character building lebih dari apapun sehingga para penonton dapat mencintai dan bahkan terikat dengan setiap tokoh yang ada.

Alur penceritaan di babak akhir sayangnya terkesan terburu-buru dan membuatnya terasa menggantung. Kendati demikian, hal itu mungkin jadi ciri khas Joko Anwar yang seringkali menjelaskan sesuatu secara tersirat.

Secara keseluruhan, Pengabdi Setan 2: Communion merupakan sekuel yang lebih mencekam, kompleks, dan memberikan lebih banyak teror.

Di samping alur cerita yang terkesan terburu-buru, suasana horor yang dibawa oleh sekuel Pengabdi Setan ini merupakan salah satu yang terbaik.



Simak Video "Heboh Film 'Pengabdi Setan 2' Dapat Petisi Flash Warning"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT