ADVERTISEMENT

Penggarapan Remake Train to Busan yang Disutradarai Timo Tjahjanto Ditunda

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 12 Jul 2022 21:43 WIB
train to busan
Foto: IMDB
Jakarta -

Kesuksesan film Korea Train to Busan bikin gempar di seluruh dunia, membuat Warner Bros. berniat me-remake film tersebut di Hollywood. Kini penggarapan proyek adaptasi itu disebut akan ditunda.

Perkembangan terakhir dari remake itu diberitahukan Desember 2021. Film itu akan diberi judul The Last Train to New York. Sebelumnya, direncanakan The Last Train to New York akan dirilis 21 April 2023. Namun, kini Warner Bros. sudah menghapus judul itu di daftar jadwal penayangan filmnya.

Hingga kini Warner Bros. masih belum memberikan kabar lanjutan soal proyek ini. Belum juga ada kabar siapa aktor dan aktris yang akan memerankan karakter-karakter di dalamnya. Oleh karena itu, berita soal proses syuting pun masih belum jelas kapan akan dimulai.

Warner Bros. tidak memberi penjelasan lebih banyak soal penghapusan The Last Train to New York dari daftar jadwal tayang. Sehingga muncul spekulasi mereka akan membatalkan proyek adaptasi ini. Namun soal pembatalan itu, pihak studio juga belum bicara sama sekali.

Remake Train to Busan ini sebelumnya sudah diumumkan akan diproduseri oleh James Wan dengan naskah yang ditulis oleh Gary Dauberman. Sutradara Indonesia, Timo Tjahjanto, akan didapuk buat mengarahkan film itu.

Penghapusan jadwal tayang diharapkan bukan indikasi pembatalan produksi The Last Train to New York. Ada yang menyebut Warner Bros. sedang fokus dalam proses pra-produksi buat film ini, sehingga remake tersebut jadi sama nendangnya dengan Train to Busan.

Melihat deretan nama yang terlibat, The Last Train to New York menambah tinggi ekspektasi penonton. Tentu saja penonton film Indonesia ingin melihat karya Hollywood dari sutradara Timo Tjahjanto setelah sebelumnya melepas The Night Comes for Us di Netflix.

Dalam sebuah wawancara dengan detikcom, Timo Tjahjanto mengungkapkan dirinya tak banyak berekspektasi saat tawaran film ini datang kepadanya. Selama beberapa pertemuan dan proses presentasi dan penawaran gagasan cerita, ia akhirnya terpilih untuk menyutradarai.

Diungkapkan sutradara yang khas dengan sentuhan horor sekaligus gory lewat sejumlah karyanya seperti Rumah Dara (2010) bersama Kimo Stamboel hingga Sebelum Iblis Menjemput (2018) ini, dirinya diberi pesan langsung oleh James Wan usai resmi menerima tawaran film remake Train to Busan.

"Dia ngingetin kalau kita sebagai filmmaker di industri ini dan pencinta horor nggak boleh ngecewain," ungkap Timo.

Selain itu, campur tangan James Wan yang sudah sukses dengan waralaba The Conjuring dan Saw, berkolaborasi dengan Gary Dauberman yang sebelumnya menjadi penulis buat film It, The Nun, dan trilogi Annabelle.

(aay/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT