Balinale 2022 Sukses Terlaksana, Karya Sineas Indonesia Dapat Juara

Mauludi Rismoyo - detikHot
Selasa, 14 Jun 2022 10:35 WIB
balinale
Balinale 2022 Sukses Terlaksana, Karya Sineas Indonesia Dapat Juara. (Foto: dokumen pribadi)
Jakarta -

Event Bali International Film Festival atau Balinale 2022 telah usai terlaksana. Para dewan juri umumkan pemenang film dari banyaknya peserta yang ada pada akhir pekan lalu.

Balinale 2022 sebelumnya diketahui telah memecah film-film yang terlibat ke dalam empat kategori utama yakni dokumenter pendek, film narasi pendek, drama dokumenter, dan film narasi panjang.

Mulai dari keterampilan teknis, kreativitas, penulisan, dan kualitas produksi secara keseluruhan akan menjadi tolok ukur para juri dalam memberikan penghargaan pada film-film terpilih.

Beberapa karya dari para sineas lokal yang ikut bersaing pada gelaran Balinale 2022 rupanya juga mendapat sorotan, sebab keluar menjadi film pilihan dewan juri. Di antaranya Homebound, Udin's Inferno, dan Preman.

Film Homebound karya Ismail Fahmi Lubis diketahui terpilih dalam kategori film dokumenter pendek oleh para dewan juri setelah dinilai memiliki penuturan cerita yang mendalam, namun disampaikan dengan sederhana.

Menghadirkan karakter dengan permasalahan yang kompleks dan membawa isu cukup berat, mulai dari buruh imigran, COVID-19, orang tua tunggal, dan lainnya. Film itu juga dinilai punya gaya penuturan yang efektif atas masalah keterbatasan pengambilan gambar selama masa pandemi kemarin.

Untuk film Udin's Inferno yang disutradarai oleh Yogi S Calam mendapat penghargaan Gary L Hayes Award dengan tajuk Emerging Indonesian Filmmaker. Film itu dianggap menyuarakan kegelisahan yang unik bersangkutan pada keyakinan agama dan tahayul yang juga dibawakan dengan cara yang sangat menghibur sekaligus melibatkan penonton dari semua latar belakang.

Terakhir, film Preman karya Randolf Zaini yang juga mendapat apresiasi berupa penghargaan pilihan komite dan American Indonesian Culture and Education Foundation (AICEF). Film itu dinilai menjadi karya dengan tema lintas budaya yang cukup unik dengan menghadirkan cerita tentang unjuk kekuatan. Memperlihatkan gambaran dunia bawah versus jalan lurus, orang normal versus si tuli.

Film Preman sendiri juga terbilang sangatlah apik. Sebab mengingat karya itu merupakan buah hasil perdana dari sang sutradara.

Di samping karya dari para sineas lokal, beberapa film juga telah didapuk menjadi pemenang dalam empat kategori utama. Di antaranya ialah Murder Tongue (Pakistan) dalam kategori film narasi pendek, My Childhood My Country - 20 Years in Afghanistan (Inggris) dalam kategori drama dokumenter, dan Inside a Funeral Hall (Republik Korea) dalam kategori film narasi panjang.

(mau/aay)