ADVERTISEMENT

House of Gucci: Harta, Tahta dan Lady Gaga

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 10 Des 2021 20:42 WIB
Lady Gaga di film House of Gucci memerankan Patrizia Reggiani.
(Foto: dok. MGM) Lady Gaga memerankan Patrizia Reggiani di House of Gucci.
Jakarta -

Dalam sebuah wawancara Salma Hayek menyebut House of Gucci adalah sebuah film rasa telenovela. Dia nggak bohong soal itu.

Dari trailer kita sudah tahu akan menyaksikan apa dan akan mengharapkan apa dari film arahan Ridley Scott ini. Deretan aktor dan aktris papan atas yang sudah menyabet Oscar pun jadi sebuah daya tarik dan kekuatan utama dari cerita keluarga dengan nama besar di dunia fashion, yang kini tidak lagi terlibat dalam urusan bisnis brand yang memasang nama keluarga mereka tersebut.

House of Gucci berangkat dari kehidupan Patrizia Reggiani (Lady Gaga), seorang anak dari juragan bus yang menjabat akuntan di perusahaan ayahnya. Di awal kita diperlihatkan bagaimana dia diberi izin buat memalsukan tanda tangan sang ayah di atas kertas. Ayahnya pun memuji Patrizia untuk itu. Di luar tempat kerjanya, dia suka berpesta. Dari situ kita dapat menilai secara gamblang bahwa Patrizia memang berbakat dalam hal panjat sosial.

Di pesta itu dia bertemu dengan Maurizio (Adam Driver). Ketika Maurizio memberitahukan nama belakangnya, Patrizia kehilangan kata-kata. Tapi sejak saat itu dia tahu bahwa dia harus mendapatkan laki-laki ini. Maurizio pun menunjukkan ketertarikan tersebut sehingga ketika mereka bertemu di hari lain, kita sudah tahu apa yang akan terjadi pada hubungan asmara mereka.

Layaknya telenovela, Maurizio rela meninggalkan kekayaan keluarganya untuk hidup sederhana bersama Patrizia. Tapi hal itu tidak berlangsung terlalu lama. Patrizia dengan ambisi dan keinginannya untuk memperbaiki kehidupan, dengan segala mimpinya buat bisa disejajarkan dengan orang-orang kelas atas seperti Gucci, punya cara-cara buat membawa dirinya dan Maurizio kembali ke wilayah sosialita. Di satu titik Patrizia lupa bagaimana rasanya jadi orang yang biasa-biasa saja dan sudah sangat terlena dengan kekayaan. Ketika Maurizio berubah sikap, posisinya pun terancam.

Di sanalah lalu Patrizia jadi semakin dekat dengan Pina (diperankan oleh Salma Hayek yang menambah bumbu lucu dari film ini), seorang cenayang yang memberikan penerawangan soal masa depan Patrizia. Beruntung buat Patrizia, hasil penerawangan Pina benar-benar terjadi. Tapi sang cenayang tak bilang bahwa menjadi bagian dari keluarga Gucci bukan hanya soal punya banyak uang, tapi juga harus siap berhadapan dengan rasa sakit dan pengkhianatan.

Telenovela memang satu kata yang paling tepat buat mendeskripsikan film ini. Cerita soal orang kaya yang rela hidup sederhana, istri yang memanipulasi suaminya demi mendapatkan harta dan tahta, perselingkuhan dan perceraian, hingga konflik-konflik keluarga di balik sebuah brand fashion kenamaan yang mungkin hingga saat ini belum mampu kamu beli. House of Gucci merangkum semua itu dalam sebuah narasi datar. Meski begitu, film ini dipenuhi dengan dialog-dialog yang seru dan menggelitik dengan aksen yang khas dari para pemeran utamanya.

Lady Gaga memerankan Patrizia dengan sangat mulus dan seolah tanpa usaha berlebihan. Meski kita sudah tahu bahwa dia adalah otak di balik pembunuhan Maurizio Gucci, film ini menyisakan sedikit simpati buat karakter tersebut meski mungkin rasanya akan sangat salah bersimpati dengan seorang pembunuh. Di sisi lain Jared Leto sebagai Paolo Gucci adalah scene stealer dalam film ini. Disandingkan dengan Al Pacino yang memerankan Aldo Gucci, ayahnya, dinamika hubungan antara benci dan cinta dari keduanya sukses menghangatkan hati.

House of Gucci akan mulai tayang 17 Desember 2021. Di bioskop-bioskop tertentu, film ini diputar khusus mulai 10 Desember hingga 12 Desember 2021 kalau kamu ingin nonton duluan.

[Gambas:Youtube]

(aay/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT