Candyman: Jangan Panggil Dia Kecuali Berani Mati!

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Selasa, 26 Okt 2021 18:02 WIB
Candyman (2021)
(Foto: dok. Universal Pictures) Candyman akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Oktober 2021. Berani nonton dan sebut namanya 5 kali? Candyman... Candyman... Candyman... Candyman...
Jakarta -

Saat menyaksikan film Jordan Peele, penonton sudah punya ekspektasi tinggi tentang kengerian yang ingin mereka lihat di layar. Di Candyman, kengerian itu dihadirkan pelan-pelan tanpa perlu mengagetkan, tapi efeknya tetap bikin nggak nyaman.

Jordan Peele menjabat produser dan penulis skenario buat Candyman. Sementara, posisi sutradara diisi oleh Nia Dacosta yang juga ikut menulis skenario (berkolaborasi juga dengan Win Rosenfeld) buat sekuel dari film Candyman yang dirilis 1992. Kerja sama ketiganya dalam penyajian cerita klasik ini terbilang ciamik.

Meski diproduksi sebagai sekuel, Candyman versi 2021 ini punya plot yang sangat kuat sebagai sebuah origin story. Sehingga kalau kamu nggak pernah sama sekali menyaksikan film pertamanya, kamu akan tetap bisa mengikuti cerita di film ini.

Candyman berangkat dari cerita seorang pelukis bernama Anthony McCoy (Yahya Abdul-Mateen II) yang idenya sedang mandek, karena sudah dua tahun tidak menciptakan karya baru. Lukisan terakhirnya terbilang sukses membuatnya jadi pelukis terkenal di Chicago, tapi dalam dua tahun karya tersebut sudah basi. Dia dituntut untuk membuat sebuah karya ikonik lainnya.

Dalam perjalanannya mencari ide buat karya terbarunya, Anthony McCoy mendengar cerita soal proyek perumahan Cabrini-Green yang dihantui sosok pembunuh kejam bernama Candyman yang diperankan lagi oleh Tony Todd dari film sebelumnya. William Burke (Colman Domingo) menangkap basah Tony saat sedang riset di kawasan perumahan yang ditinggalkan itu, namun pertemuan itu justru berujung pada sebuah pencerahan buat karya terbaru Tony.

Pencerahan yang menyeret Tony menuju jalan kegelapan.

Tony mendengar cerita Candyman dari William Burke. Sebuah urban legend yang sangat ditakuti oleh masyarakat kulit hitam, karena teror yang disebabkan olehnya sangat nyata. Jangan coba-coba memanggilnya dengan menyebut Candyman lima kali di depan cermin atau kaca yang memantulkan sosokmu, kalau tidak mau berakhir tragis saat itu juga.

Tony dan pacarnya, Bri (Teyonah Parris), sebenarnya orang yang skeptis. Mereka adalah masyarakat perkotaan masa kini yang sama sekali nggak percaya mitos (meski kita sebagai penonton sebenarnya bisa melihat ketakutan itu). Tapi tentu saja seperti cerita horor lainnya: seeing is believing. Setelah menceritakan hasil riset dan pertemuannya dengan William, Tony dengan bercanda memanggil Candyman lima kali di depan pintu kaca apartemen tempat tinggalnya bersama Bri.

Candyman,

Candyman,

Candyman,

Candyman,

Candyman.

Setelah itu, kehidupan mereka tidak pernah sama lagi.

Kematian demi kematian terjadi dan semuanya terhubung dengan karya baru Tony yang dipajang dalam sebuah pameran seni. Karya berjudul Say My Name itu melambungkan nama Tony untuk kedua kalinya, namun itu justru membuatnya berada dalam situasi mengerikan.

Sejak awal film dimulai, dari logo studio Universal dan rumah produksi yang ditampilkan terbalik, Candyman sudah memberi isyarat pada penonton bahwa cermin adalah elemen penting dalam cerita. Dan memang benar, kengerian dalam Candyman muncul dalam shot-shot cermin di sepanjang film. Setiap kali kamera menyoroti ke arah cermin atau kaca, ada perasaan nggak tenang yang mendadak muncul. Seolah-olah kita tahu bahwa pantulan bayangan Candyman akan mengintip di sana dan siap melukai dengan kait tajam di tangan kanannya.

Di luar pria yang doyan bagi-bagi permen ke anak-anak itu, Candyman menggambarkan tragisnya hidup masyarakat kulit hitam secara umum dan bagaimana mereka terdiskriminasi selama bertahun-tahun. Mungkin itulah kengerian sesungguhnya yang ingin dihidupkan lewat film ini, bahwa ketika manusia merasa mereka yang paling berkuasa, nyawa orang yang tak bersalah seolah tak ada harganya.

Candyman diberi rating 17 tahun ke atas. Selain banyak adegan sadis, film ini juga akan bikin kamu yang punya kecenderungan trypophobia akan merasa sangat-sangat tidak nyaman sampai merinding.

Candyman akan tayang di bioskop Indonesia mulai 27 Oktober 2021.

[Gambas:Video 20detik]



(aay/mau)