Dilarang Tayang Jagal & Senyap Justru Raih Penghargaan Internasional

Shifa Nur Fadilla - detikHot
Jumat, 15 Okt 2021 20:03 WIB
Film dokumenter
Film Senyap yang dicekal di Indonesia. Dok. YouTube
Jakarta -

Jagal atau dikenal juga dengan The Act of Killing merupakan sebuah film tentang sejarah Indonesia karya Joshua Oppenheimer sutradara dari Amerika Serikat. Berdurasi sekitar 2 jam 30 menit, sebagian besar film ini dibuat di Medan, Sumatera Utara antara tahun 2005 - 2011. Jagal pertama kali diputar pada September 2012 dengan nama internasional The Act of Killing di Toronto International Film Festival.

Film Jagal bercerita tentang pembantaian ribuan orang yang dituduh sebagai anggota serta simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI) sepanjang tahun 1965. Film ini memperlihatkan eksekusi massal yang keji dan brutal yang dilakukan sejumlah orang di tahun 1965 hingga 1966.

Lantaran mengusung tema pembantaian massal pada tahun 1965 itulah film kontroversial Indonesia ini akhirnya dilarang tayang di Bioskop Indonesia.

Meski dilarang tayang di bioskop Indonesia lantaran film Jagal atau The Act of Killing dinilai sangat anti PKI yang memberikan kesan Komunis harus dibuat terlihat kejam serta siap membantai orang Indonesia lain yang non-komunis, film ini justru mendapat sejumlah penghargaan internasional. Bahkan perilisan pertamanya pun juga pada ajang internasional.

Film Jagal atau The Act of Killing berhasil meraih penghargaan mulai dari penghargaan Film Dokumenter Terbaik di British Academy Film and Television Arts Awards 2013, hingga masuk nominasi Film Dokumenter Terbaik pada Academy Awards ke-86.

Sama halnya dengan film Jagal, Senyap juga mendapat pencekalan penayangan di bioskop Indonesia. Masih di sutradarai oleh Joshua Oppenheimer, Senyap menjadi film yang juga masih berhubungan dengan Jagal.

Senyap juga masih menceritakan tentang eksekusi massal yang terjadi di Indonesia kala itu. Namun, yang membedakan dengan film Jagal pada film Senyap ini lebih memfokuskan cerita pada kejadian setelah eksekusi tahun 1955 hingga 1966.

Film Senyap juga memiliki fokus pada tokoh seorang laki-laki yang Bernama Adi. Ia merupakan seseorang yang berhasil selamat dari kejadian di tahun 1965 hingga 1966 tersebut. Meski begitu, tema G30S masih kental pada film Senyap sehingga tetap tidak bisa tayang di bioskop Indonesia.



Simak Video "Geliat Makassar Bangkitkan Pariwisata Sekaligus Pupuk Cinta Budaya"
[Gambas:Video 20detik]
(ass/ass)