Tak Hanya Promosi PON XX, Film Zerre Pendekar Ufuk Timur Kenalkan Keindahan Alam Papua

Pradito Rida Pertana - detikHot
Sabtu, 09 Okt 2021 18:52 WIB
zerre pendekar ufuk timur
Tak Hanya Promosi PON XX, Film Zerre Pendekar Ufuk Timur Kenalkan Keindahan Alam Papua. (Foto: pradito rida pertana)
Yogyakarta -

Tidak hanya mempromosikan PON XX, film Zerre: Pendekar Ufuk Timur ternyata ingin mengenalkan wisata alam di Papua. Semua itu untuk mengubah mindset masyarakat tentang Papua saat ini.

Sutradara film Zerre: Pendekar Ufuk Timur, R Jiwo Kusumo, mengatakan bahwa film ini bercerita tentang Zerre, seorang pemuda Papua yang berusaha kuat menjadi atlet peraih juara pencak silat PON.

"Zerre itu nama anak dan film ini dibuat dalam rangka untuk promosi PON XX di Papua. Jadi film ini satu bagian untuk event PON dan untuk promosi Papua," katanya saat ditemui wartawan di Yogyakarta, Sabtu (9/10/2021).

Film berdurasi 106 menit ini dibintangi aktor dan aktris menarik, seperti Yudas Alep Itlay sebagai Zerre, Aditya Zoni, Yama Carlos, Dita Samantha, Aisyah Aqilah, hingga Emil Kusumo. Film tersebut melibatkan putra Papua yakni Yudas.

"Dan bukan hanya mengangkat Papua, tapi ada juga anak-anak transmigrasi Papua yang diangkat dalam film ini," ucapnya.

Menyoal keterlibatan Yudas dalam film tersebut, Jiwo mengaku ingin mengangkat potensi Papua. Bahkan, Jiwo yakin ke depannya Yudas akan menjadi ikon Papua.

"Kita sedang mengeksplorasi seluruh potensi yang ada di Papua, baik SDM dan sebagainya. Dan Yudas bisa menjadi ikon SDM Papua, dia talented sekali," ucapnya.

Bahkan untuk lokasi syuting mengambil beberapa lokasi, seperti Kota dan Kabupaten Jayapura, Biak, Wamena, dan Merauke.

"Syuting kita start dari Januari sampai akhir Maret, awal April," ujarnya.

Sementara itu, Yudas Alep Itlay mengaku bangga bisa terlibat dalam film yang mengangkat Papua. Menurutnya, film ini secara tidak langsung turut mengangkat potensi wisata di Papua.

"Sebenarnya Papua ini punya potensi sangat besar untuk wisata. Namun saat ini, masih banyak yang belum dieksplorasi. Seperti di Biak ada banyak, tapi kami ambil beberapa seperti telaga biru," katanya.

"Terus di Merauke, keunikan dengan pos lintas batas negara dan itu dibangun bagus sekali, yang diresmikan Pak Jokowi," imbuh Yudas.

Bahkan, Yudas menyebut saat ini pos perbatasan di Merauke menjelma menjadi salah satu tempat wisata.

"Jadi di perbatasan itu bukan seperti dulu, kita yang main ke perbatasan mereka, tapi sekarang kebalik orang PNG (Papua New Guinea) yang kerap ke perbatasan Indonesia untuk menjual barang-barang. Pos lintas batas sekarang sudah jadi objek wisata juga," ujarnya.

Sedangkan di Wamena, kata Yudas, ada seperti keindahan alam pasir putih di gunung daerah Tulem. Selanjutnya di Jayapura, itu ada pantai Base-G dan kali biru, di mana kali biru berupa sungai, namun airnya sangat bening dan berwarna biru.

"Di film ini yang paling penting pendidikan, menekankan bagaimana pendidikan itu sangat penting sekali. Karena negara akan maju saat banyak orang pintar. Selain itu, bagaimana menumbuhkan kemauan untuk belajar dan belajar," ucapnya.

(mau/mau)