Losmen Bu Broto Didedikasikan Untuk Perempuan Indonesia

Pingkan Anggraini - detikHot
Kamis, 23 Sep 2021 19:34 WIB
Losmen Bu Broto
Losmen Bu Broto Didedikasikan Untuk Perempuan Indonesia. (Foto: (dok. Ideosource & Paragon Pictures))
Jakarta -

Film Losmen Bu Broto yang dikenal sejak 1980-an kembali dibuat dalam versi kekinian. Aktor Mathias Muchus, Maudy Koesnaedi, hingga Maudy Ayunda didapuk untuk membintangi film ini.

Andi Budiman selaku CEO Ideosource yang merupakan salah satu rumah produksi film Losmen Bu Broto menjelaskan, film ini dikemas bukan lagi untuk penonton bernostalgia.

Pada film yang akan tayang 18 November 2021 di bioskop ini lebih kepada dedikasi terhadap perempuan Indonesia.

Hal ini juga diungkapkan sebagai salah satu bentuk alur cerita agar kaum remaja merasa berkesinambungan dengan cerita.

"Itu yang menjadi pertanyaan kami dari awal mau buat ini (mengajak generasi muda mengetahui series lawas)," ujar Andi Budiman saat jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/9/2021).

"Kita kepengin tahu problem dari tantangan film ini. Film ini kita dedikasikan untuk perempuan di Indonesia. Konflik yang mau kita angkat adalah peran ibu terhadap dua anak ini seperti apa," lanjut Andi Budiman.

Andi menekankan lagi, film ini dibuat untuk mengajak penonton merasa berkesinambungan dengan sosok seorang ibu dalam keluarga. Tantangan perempuan menjadi seorang ibu turut jadi konflik di film yang disutradarai Ifa Isfansyah ini.

"Film ini bukan tentang nostalgia masa lalu, tapi konflik wanita Indonesia. Tantangan sebagai seorang ibu seperti apa," lanjut Andi.

Diketahui, Losmen Bu Broto terkenal dengan budaya dan ciri khas masyarakat Jawa Tengah khususnya Yogyakarta. Latar dalam cerita erat dengan kultur hingga keseharian masyarakat Yogyakarta.

Mengenai hal itu, Andi menegaskan, pada film Losmen Bu Broto kali ini ia tak sama sekali bermaksud untuk menampilkan sisi Yogyakarta seperti series lawasnya.

Andi merasa ingin berbagi kepada masyarakat yang tinggal di luar pulau Jawa untuk ikut merasakan kesinambungan dari keluarga Broto.

Dalam hal ini Andi beserta tim yang bekerja untuk film sangat berhati-hati. Hal itu agar film ini dapat dinikmati setiap kalangan dan setiap orang di luar pulau Jawa.

"Bahwa kita berasal dari Yogya tapi kami tidak ingin buat cerita ini sangat Yogya yang tidak bisa dinikmati secara umum," tutur Andi lagi.

"Kalau dulu kita lihat sangat Yogya banget, tapi sekarang kita bikin ini relate untuk semua keluarga. Kita sangat hati-hati dengan itu, membuat ini bisa dinikmati secara umum," lanjutnya.

(pig/mau)