Daniel Craig Depresi karena James Bond, Hugh Jackman Jadi Penyelamat

Asep Syaifullah - detikHot
Sabtu, 11 Sep 2021 19:04 WIB
UNDATED:  In this undated handout photo from Eon Productions, actor Daniel Craig poses as James Bond.  Craig was unveiled as legendary British secret agent James Bond 007 in the 21st Bond film Casino Royale, at HMS President, St Katharines Way on October 14, 2005 in London, England.  (Photo by Greg Williams/Eon Productions via Getty Images)
(Foto: Getty Images) Daniel Craig menyebut peran James Bond pernah memberikan tekanan luar biasa buat hidupnya. Sampai dirinya tak berani keluar rumah karena takut.
Jakarta -

Sebentar lagi Daniel Craig akan resmi pensiun dan melepas karakter James Bond yang selama 15 tahun melekat padanya. Ada banyak kenangan indah dan buruk yang dialaminya semasa menjadi agen mata-mata Inggris tersebut.

Dalam tayangan dokumenter Being James Bond, Daniel Craig menyebutkan peran tersebut membuatnya mengalami tekanan mental yang begitu besar.

Memulai debutnya pada Casino Royale (2006) cibiran pun langsung tertuju padanya. Mulai dari tinggi badan hingga kemampuan aktingnya pun dikritik oleh banyak media.

Daniel Craig yang sebelumnya tak terlalu mendapatkan sorotan dalam kariernya merasa kesulitan menghadapi ramainya pemberitaan. Tidak hanya pemberitaan tentang dirinya tapi juga orang-orang terdekatnya.

Karena merasa depresi, dalam sebuah wawancara di 2015 Daniel Craig berujar dia lebih memilih memotong nadinya sendiri daripada kembali berperan sebagai James Bond. Di situlah sosok Hugh Jackman memberikan pencerahan.

Hugh Jackman membantu sang aktor melewati masa-masa sulit saat Daniel Craig mendapatkan ketenaran dan sorotan berlebihan karena James Bond.

"Kehidupan pribadiku terdampak dengan ketenaran mendadak yang ku alami. Aku bahkan sampai mengunci diriku di kamar dan menutup tirai. Mental dan fisikku benar-benar dalam tekanan, (Hugh Jackman) membantuku untuk menghadapinya dan menerima (ketenaran) tersebut," ungkapnya.

Rasanya tak terlalu mengherankan Hugh Jackman mengulurkan tangan buat Daniel Craig. Di masa-masa dia memerankan Wolverine, Hugh Jackman juga sempat mengalami hal yang sama. Usai berperan sebagai mutan di film X-Men (2000), ia tiba-tiba saja menjadi aktor kelas A di Hollywood.

Kembali ke James Bond, perjalanan panjang film pamungkas Daniel Craig sebagai agen mata-mata Inggris menjadi sesuatu persembahan yang spesial.

Demi memanjakan para penonton setianya, tim produksi membuat No Time To Die sebagai film James Bond dengan durasi terlama yakni 163 menit.

Film tersebut berselisih hampir setengah jam lebih lama dibandingkan film-film sebelumnya yakni Spectre (148 menit), Casino Royale (144 menit), Skyfall (143 menit) dan On Her Majesty's Secret Service (140 menit).

Sementara itu Quantum of Solace menjadi film James Bond terpendek dengan durasi hanya 106 menit saja dibandingkan film lainnya yang rata-rata hampir atau lebih dari dua jam.

No Time To Die menjadi film James Bond ke-25 dan penampilan akhir Daniel Craig dalam waralaba tersebut setelah bergabung pada 2006 lalu lewat film Casino Royale.

Pada film terbarunya itu, tak hanya durasinya saja yang berbeda tapi dihadirkan pula beberapa elemen-elemen baru. Seperti Lashana Lynch yang berperan sebagai Nomi, agen wanita 007 pertama.

(ass/aay)