Tony Leung Sebut Mandarin di Shang-Chi Jadi Villain karena Dia Manusia

Tim detikcom - detikHot
Jumat, 03 Sep 2021 16:20 WIB
Poster baru Shang-Chi and the Legend of Ten Rings.
(Foto: dok. Marvel) Tony Leung menyebut karakter Mandarin di Shang-Chi sangat manusiawi. Tapi hal-hal manusiawi itu yang kemudian membuatnya jadi seorang villain.
Jakarta -

Tony Leung digaet Marvel buat memerankan Wenwu atau Mandarin, supervillain di Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings. Menurut aktor kawakan Asia itu, karakter Wenwu sebenarnya sangat manusiawi.

Dalam sebuah wawancara dengan GQ Tony Leung mengungkap pandangannya soal Mandarin dan bagaimana dia bisa berubah jadi sosok supervillain dalam cerita Shang-Chi. Ada hal-hal dari masa lalu Mandarin yang coba untuk digali olehnya saat mendalami peran.

Memang, diakui oleh Tony Leung, Mandarin atau Wenwu dalam naskah ditulis sebagai sosok penjahat utama. Di semesta Marvel kemunculan Mandarin sudah dinantikan selama satu dekade terakhir. Hal ini membuat Tony Leung ingin menampilkan sesuatu yang berbeda dari sosok supervillain di Marvel Cinematic Universe tersebut.

"Aku berusaha menciptakan karakter ini dari sudut pandang dia sebagai manusia karena aku tidak ingin terlalu fokus menjadi seorang villain. Semua orang tahu dia villain jadi aku berusaha untuk menggali hatinya. Kenapa dia jadi orang seperti ini? Kurasa itu karena dia tumbuh besar tanpa ada harga diri," kisah Tony Leung.

Dalam proses pendalaman karakter Mandarin, Tony Leung menemukan titik terlemah dari sang supervillain. Di masa lalunya dia adalah sosok yang tidak pernah diperhatikan terutama oleh sang Ayah. Lebih-lebih lagi terjadi kekerasan dalam keluarganya.

Itulah yang membuatnya kemudian kehilangan harga diri. Sampai akhirnya dia mendapat kekuatan, pikiran Wenwu mulai berubah tapi ke arah yang salah.

"Dia lemah, ayahnya tidak memperhatikannya, juga ada kekerasaan dalam keluarganya. Hingga akhirnya dia dapat kekuatan dan dia pikir punya kekuatan super berarti harga diri yang lebih. Tapi terkadang, harga diri yang ekstrem berubah jadi narsisisme. Seorang narsisis tidak mendengarkan apa kata orang lain dan ditambah apa yang terjadi di dalam film, Wenwu akhirnya menumpahkan amarahnya ke semua orang. Ini adalah gangguan kepribadian anti-sosial dan itulah alasan kenapa dia jadi supervillain," lanjut Tony Leung.

Dalam deretan teaser dan trailer kita bisa melihat bagaimana hubungan Wenwu dan Shang-Chi yang tegang dan kacau. Hubungan ayah dan anak yang tidak akur dan pada akhirnya harus saling bertarung satu sama lain.

Di situlah kemudian Tony Leung menemukan sebuah sisi lain dari Mandarin di kisah Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings ini. Menurutnya, Wenwu atau Mandarin bukan semata-mata jahat karena dia seorang villain. Tapi kejadian di masa lalu dengan ayahnya serta bagaimana dia mendidik Shang-Chi juga menjadikannya sosok manusia ambisius yang berujung kejahatan.

"Kupikir dia lebih seperti ayah yang gagal yang berarti dia ingin mencintai anak-anaknya tapi dia tidak tahu cara mencintai. Dia bahkan tidak tahu bagaimana mencintai diri sendiri. Itulah sisi yang kugunakan untuk menghidupkan karakter ini alih-alih sudut pandang supervillain jahat yang biasanya," lanjutnya.

Dalam wawancara berbeda, Tony Leung juga menyebutkan bahwa dalam setiap peran yang dia bawakan, dia akan selalu menciptakan sesuatu buat karakter tersebut yang tidak tertulis di naskah. Dalam Shang-Chi adalah masa lalu Wenwu.

"Jadi ini yang akan membuat penonton lebih percaya pada karakter yang mereka saksikan," tutupnya.

Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings mulai tayang di bioskop 3 September 2021. Sayangnya film ini belum tayang di Indonesia lantaran bioskop masih belum buka.

(aay/wes)