Ulasan Loki Episode 4: Ketika Rahasia Terbongkar

Candra Aditya - detikHot
Rabu, 30 Jun 2021 20:04 WIB
Loki
(Foto: dok. Disney+) Episode 4 Loki ini sangat fokus dengan Time Variance Authority (TVA) dan rahasia yang ada di dalamnya. Hati-hati spoiler!
Jakarta -

(artikel ini mengandung spoiler dari episode 3)

Ada banyak yang terjadi setelah cliffhanger yang terjadi di episode sebelumnya. Setelah fokus dengan hubungan Loki (Tom Hiddleston) dan Lady Loki/Sylvie (Sophia Di Martino) yang terjebak di Lamentis di episode sebelumnya, episode 4 Loki ini sangat fokus dengan Time Variance Authority (TVA) dan rahasia yang ada di dalamnya.

Setelah mengetahui bahwa pegawai di TVA sebenarnya merupakan variant juga yang punya kehidupan normal, Loki dan Sylvie terjebak di Lamentis dan siap untuk menemui akhir mereka. Tapi di saat-saat akhir ada sesuatu yang menarik terjadi.

Loki dan Sylvie seperti berdamai dengan nasib mereka dan akhirnya berbaikan. Hal ini menyebabkan cabang di Sacred Timeline yang tentu saja membuat Mobius (Owen Wilson) dan Ravonna Renslayer (Gugu Mbatha-Raw) "menjemput" mereka. Mobius sangat kecewa dengan Loki karena dia temannya. Sementara itu Ravonna yang sedari muda sudah menangkap Sylvie ketika dia masih kecil (dijelaskan di prolog episode ini), langsung mengurung si Lady Loki tersebut.

Dalam episode ini kita bertemu dengan banyak sekali karakter yang mencoba untuk mencari tahu rahasia dan menemukan jawaban-jawaban yang tidak menyenangkan. Setelah sebelumnya fokus dengan "perkenalan" antara dua Loki yang berbeda, di episode ini plot terus bergerak dinamis meskipun penonton terjebak di dalam TVA. Bagian yang kocak di episode ini adalah ketika Mobius mengurung Loki di time loop dan dia harus dipukul berkali-kali dengan Lady Sif (Jaimie Alexander) yang menjadi sidekick Thor (Chris Hemsworth) di film solonya.

Hubungan Mobius dan Loki memang langsung menjadi anyep ketika Loki meninggalkannya di akhir episode dua. Tapi sekesal-kesalnya Mobius dengan Loki, dia masih mendengarkan kata-katanya. Terutama ketika Loki mengatakan bahwa kebohongan dan tipu muslihat telah menjadi pondasi TVA. Itulah sebabnya ketika Mobius nongkrong dengan Ravonna, dia memutuskan untuk mencuri alat yang mereka punya dan akhirnya dia mengetahui bahwa apa yang dikatakan Loki benar.

Hal yang sama juga terjadi kepada Hunter B-15 (Wunmi Mosaku). Setelah Sylvie masuk ke kepalanya di adegan supermarket dalam episode dua, dia tersadar bahwa dia memiliki memori dan ia meminta Sylvie untuk memberi tahunya lebih banyak. Dia bertanya-tanya apakah Sylvie menaruh memori tersebut. Sylvie menjawab dia tidak bisa menciptakan memori. B-15, seperti halnya Sylvie, adalah seorang variant.

Dengan karakter-karakter penting yang akhirnya mengetahui rahasia gelap TVA, klimaks episode 4 terjadi di tempat Time Keepers. Ini pertama kalinya kita sebagai penonton mendengar dan melihat Time Keepers. Loki dan Sylvie siap-siap untuk diadili dan "dimusnahkan" sebelum akhirnya B-15 muncul dan menyelamatkan mereka.

Adegan action di klimaks ini lumayan seru meskipun bagian Ravonna berhasil "melenyapkan" Loki terasa bisa ditebak. Bagian yang mengejutkan justru terjadi ketika Sylvie dan Loki (bersama penonton) tahu Time Keepers ternyata hanyalah android yang tidak bisa berpikir.

Sekarang pertanyaannya adalah siapakah pencipta TVA? Apa guna tempat ini?

Hilangnya Loki (dan juga Mobius) memang memberikan pertanyaan besar mengingat masih ada dua episode Loki yang belum dirilis. Dan untuk menambah rasa penasaran saya, Marvel menyisipkan adegan post-credit scene pertama di serial ini. Setelah Loki "dimusnahkan", dia terbangun di sebuah tempat asing yang dia kira adalah neraka. Ketika dia bangun, dia melihat tiga karakter asing yang di-credit diberi nama Classic Loki (Richard E. Grant), Kid Loki (Jack Veal) dan Boastful Loki (Deobia Oparei). Kemudian ada buaya yang memakai mahkota Loki. Sebuah teaser yang sangat menggoda dan efektif. Tidak sabar untuk menemukan jawabannya minggu depan.

Loki dapat disaksikan di Disney+ Hotstar

--


Candra Aditya adalah seorang penulis dan pengamat film lulusan Binus International.

(aay/aay)