Cruella yang Kurang 'de Vil': Melihat Villain dari Perspektif Baru

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Rabu, 26 Mei 2021 18:29 WIB
Emma Stone sebagai Cruella de Vil
Foto: Disney
Jakarta -

Ketika Disney menceritakan kisah Aurora di Sleeping Beauty (1959) dari sudut pandang Maleficent dalam film Maleficent (2014), sosoknya tidak lagi jadi villain mengerikan seperti yang tampil di versi animasi. Lebih-lebih di sekuelnya, Maleficent: Mistress of Evil (2019), Maleficent bukan lagi si penyihir jahat. Ketika Disney mengumumkan mereka bakal membuat origin story dari Cruella de Vil, nggak sedikit dari penonton yang skeptis soal proyek film Cruella yang diperankan oleh Emma Stone ini.

Gimana Disney bisa menceritakan sosok villain ikonik dan salah satu yang terbaik sepanjang 100 tahun terakhir versi American Film Institute ini tanpa membuat penonton jadi kasihan, simpati, dan malah berujung sayang?

Di film 101 Dalmatians (1996) kita mengenal sosok Cruella yang jenius, kreatif, ambisius, dan... jahat. Meski seperti kebanyakan live action dari Disney, film ini juga nggak mendapat review yang bagus di sederet situs seperti Rotten Tomatoes salah satunya. Sekuelnya 102 Dalmatians (2000) malah makin parah. Faktanya, Disney mencoba menjadikan Cruella sosok malaikat di 102 Dalmatians meski tidak dalam waktu lama.

Tapi sosok Cruella de Vil yang dihidupkan oleh Glenn Close dalam versi live action tetap terasa ikonik dan jahat seperti di film kartun 101 Dalmatians (1961). Penampilannya yang nyentrik dengan rambut sebelah hitam dan sebelah lagi putih, sudut bibir tajam, dan tawa mengerikan membuat semua orang ketakutan dan terintimidasi hanya dengan melihatnya saja.

Versi Cruella (2021) yang diperankan oleh Emma Stone membuat karakter ini terasa jadi lebih menyenangkan. Seperti ingin bilang bahwa tidak ada orang yang dilahirkan jadi orang jahat dan bahkan orang jahat pun punya cerita dan alasannya sendiri untuk menjadi jahat.

Kita diajak menyelami masa kecil Estella yang tidak mudah dan penuh dengan kejadian-kejadian tidak terduga hingga dia jadi gelandangan di London dan bertemu dengan Horace (Paul Walter Hauser) dan Jasper (Joel Fry). Ketiganya kemudian tumbuh dewasa sebagai sahabat sekaligus geng pencuri kelas kakap yang melakukan aksinya dengan berkelas lengkap dengan busana-busana epik rancangan Estella.

Suatu hari, usai mabuk dan mengacaukan jendela pajangan di sebuah outlet fashion kenamaan di London, Estella justri ditawari pekerjaan di rumah mode milik Baroness von Hellman (Emma Thompson). Di sanalah lalu pelan-pelan sisi lain dari dirinya muncul ke permukaan. Cruella mulai menguasai kepribadian Estella yang benar-benar bertolak belakang dari dirinya.

Tak seperti Maleficent yang benar-benar mengubah sudut pandang penonton soal sosok villain tersebut, Cruella tetap mempertahankan sisi jahat dari Cruella de Vil. Meski, yah, nggak sejahat itu. Ada banyak aksi "brutal" dilakukan Cruella dalam usaha balas dendam dan melawan Baroness yang bikin penonton merayakan aksinya.

Film ini juga kental dengan nuansa drama, komedi, dan tipis-tipis menyelipkan kisah asmara. Dinamika persahabatan antara Estella, Jasper, dan Horace juga jadi salah satu elemen penghibur yang tidak kalah penting dalam upaya balas dendam Estella ke Baroness.

Ada banyak hal tentang Cruella de Vil yang juga dijelaskan dalam film ini seperti asal muasal kekayaan Cruella, siapa orang tuanya, bagaimana Cruella mulai terobsesi pada anjing-anjing dalmatian, cerita soal nama 'De Vil', dan juga hubungannya dengan Anita, Roger, Pongo, dan Perdita yang merupakan empat karakter utama dalam 101 Dalmatians.

Cruella de Vil versi Emma Stone mungkin belum bikin penonton sebenci itu pada sosoknya. Alih-alih benci, Cruella versi 2021 ini justru jadi simbol gebrakan yang malah membuatnya jadi sosok panutan. Tapi mungkin nanti, ketika Disney mengumumkan produksi 101 Dalmatians versi reboot, kita baru bisa melihat Cruella de Vil kembali jadi villain ikonik seperti yang kita kenal selama ini.

Cruella sudah tayang di bioskop Indonesia.



Simak Video "'Cruella' Suguhkan Sosok Antagonis yang Ikonik dan Modis"
[Gambas:Video 20detik]
(aay/srs)