Mikha Tambayong hingga Eva Celia Jadi Pengisi Suara Raya and The Last Dragon

Devy Octafiani - detikHot
Kamis, 20 Mei 2021 19:24 WIB
Jakarta -

Untuk memberikan pengalaman menonton yang spesial untuk para penggemar di Indonesia, film animasi pertama dari Disney yang terinspirasi dari budaya Asia Tenggara berjudul Raya and The Last Dragon akan tayang secara eksklusif di Disney+ Hotstar.

Tiga bintang Indonesia digandeng Disney untuk menceritakan petualangan Raya bersama para sahabatnya untuk menemukan sang Naga terakhir dari Kumandra dalam Bahasa Indonesia. Mereka yaitu Mikha Tambayong, Ayu Dewi, dan Eva Celia.

Mikha Tambayong akan menjadi pengisi suara dari Raya, seorang 'Guardian of the Dragon Gem' (Penjaga Permata Naga) dari wilayah 'Heart'. Dalam perjalanannya, Raya akan tumbuh menjadi seorang pejuang tangguh yang memiliki kecerdasan setajam pedangnya.

Presenter dan Aktris, Ayu Dewi akan menjadi pengisi suara dari Sisu, naga terakhir dari Kumandra yang lugu dan lucu namun memiliki kekuatan sihir yang tidak terkalahkan.

Kumandra, dunia fiksi di Raya and the Last DragonKumandra, dunia fiksi di Raya and the Last Dragon Foto: dok. Walt Disney Animation Studios

Sementara Eva Celia akan menjadi pengisi suara dari Namaari, seorang pejuang tangguh bertekad kuat dari wilayah 'Fang' yang juga merupakan musuh bebuyutan dari Raya.

Raya and The Last Dragon dirilis pada Maret 2021 di bioskop. Film ini menampilkan pemeran yang didominasi orang Asia Kelly Marie Tran sebagai Raya dan Awkwafina sebagai Sisu, sang naga, bersama dengan Izaac Wang, Gemma Chan, Daniel Dae Kim, Benedict Wong, Sandra Oh, Thalia Tran, Lucille Soong, dan Alan Tudyk.

Film ini telah meraup pendapatan USD 108 juta di seluruh dunia.

Film ini berlatar di negeri fantasi bernama Kumandra, yang terinspirasi oleh budaya Asia Tenggara seperti Brunei, Singapura, Laos, Thailand, Timor-Leste, Kamboja, Vietnam, Myanmar, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Untuk mendapatkan latar belakang kisah yang tepat, embuat film dan tim produksi melakukan perjalanan ke semua negara ini kecuali Myanmar, Malaysia, Singapura, dan Brunei.

Artis Thailand Fawn Veerasunthorn berperan sebagai kepala cerita untuk film tersebut. Film ini juga dibantu konsultan budaya untuk film tersebut termasuk Dr. Steve Arounsack, seorang profesor Antropologi Lao di California State University, Stanislaus.

(doc/doc)