Pembajakan dan Perlindungan pada Perempuan, PR untuk Perfilman Nasional

Febriyantino Nur Pratama - detikHot
Rabu, 31 Mar 2021 15:27 WIB
Deretan film-film Indonesia yang bikin baper.
Film Indonesia hadapi masalah pembajakan dan pelecehan seksual / Foto: Dok. Instagram
Jakarta -

Hari Film Nasional tahun ini tak hanya memperlihatkan perfilman Indonesia menghadapi pandemi. Ada dua hal yang dihadapi oleh perfilman nasional dan itu menjadi pekerjaan rumah untuk diselesaikan.

Salah satunya pembajakan film yang masih merajalela. Dalam kondisi yang seperti saat ini di mana banyak film dirilis secara digital, pembajakan film kian meningkat.

"Iya ini problem kita sekarang. Sebagai kreator kita nggak bisa hanya dengan ya udah deh. Menyerah tuh nggak bisa. Pembajakan itu jadi musuh terbesar kita," ungkap Ifa Isfansyah saat ditemui di acara nonton bareng para filmmaker di Hari Film Nasional, belum lama ini.

Pembajakan film dinilai harus diatasi tak hanya dengan menutup akses secara digital. Sebab, ada kaitan dengan kebiasaan dan pembajakan film diyakini sudah menjadi lahan bagi sejumlah oknum mencari keuntungan.

"Ini bukan problem salah satu sisi aja pemerintah apa nggak, ya emang ketika ada pihak yang dirugikan itu juga ada pihak yang diuntungkan jadi memang permasalahan bukan hanya satu sisi tapi menyeluruh," ungkap Ifa lagi.

Selain pembajakan, ada masalah yang masih mengganjal, yakni tentang kasus pelecehan seksual khususnya di industri film.

Filmmaker Tanah Air ramai-ramai memposting perihal kasus tersebut lewat video grafis singkat tentang kasus pelecehan yang rentan dialami para pekerja film perempuan.

Dalam postingannya, sutradara Timo Tjahjanto mengemukakan mengenai topik pelecehan di industri perfilman. Ia menyebut kasus semacam ini masih sering terjadi di industri film.

[Gambas:Instagram]




"Di tengah majunya industri perfilman Indonesia, ternyata mengganjal satu hal yang harus segera dituntaskan. Yaitu berbagai kasus pelecehan yang masih sering terjadi di lingkungan kerja perfilman," kata Timo.

"Sudah saatnya kita mendukung upaya untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas dari kekerasan, baik di industri perfilman, maupun di industri lainnya," sambungnya.

Filmmaker Tanah Air menggaungkan dukungan bagi para korban. Dukungan tersebut dapat diberikan lewat bantuan finansial yang dapat disalurkan lewat donasi melalui situs kitabisa.com.



Simak Video "Cinema XXI Lakukan Penelitian soal Virus Corona di Studio Bioskop"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/tia)