Cerita Para Sutradara Garap Mau Gak Mau bersama RAPOT

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Selasa, 30 Mar 2021 19:54 WIB
Podcast RAPOT
Foto: dok. Podcast RAPOT
Jakarta -

Podcast RAPOT, yang beranggotakan Reza Chandika, Ankatama Ruyatna, Radhini Aprilya dan Nastasha Abigail, akan kembali menayangkan sandiwara audio yang mereka sebut sebagai cinematic audio series berjudul Mau Gak Mau season dua (musim kedua).

Mau Gak Mau dapat didengarkan di Spotify mulai hari pertama bulan Ramadhan di 2021. Sandiwara audio itu akan tayang sebanyak empat episode setiap minggunya.

Dalam menggarap Mau Gak Mau 2, RAPOT mengusung empat cerita berbeda dengan empat genre berbeda, yakni nostalgia, silat kerajaan, thriller dan musikal fantasi. Keempat kisah itu digarap oleh empat sutradara, yakni Reza Chandika, Tumpal Tampubolon, Sigi Wimala, dan Naya Anindita.

Kecuali Reza Chandika, tiga sutradara lainnya dikenal sebagai sineas yang berkecimpung dalam dunia film. Bagi ketiganya, terlibat dalam pembuatan Mau Gak Mau musim kedua adalah pengalaman baru yang memberikan mereka pelajaran berharga.

"Dalam produksi ini yang mendapatkan benefit itu aku karena aku banyak belajar dari kalian (anggota RAPOT). Dengan kalian, hanya dengan suara saja audience kalian bisa tahu apa yang mau kalian sampaikan," ujar Sigi Wimala dalam konferensi pers virtual, Selasa (30/3/2021).

Dalam sandiwara audio tersebut, Sigi Wimala menggarap cerita dengan genre thriller. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuknya. Karena selain baru pernah menyutradarai dalam bentuk audio, dia pun harus menggabungkan unsur thriller dengan komedi agar ciri khas RAPOT yang jenaka tidak hilang.

"Itu yang membuat genre thriller ini seru karena biasanya kita lihat genre thriller itu seperti apa, tapi sebenarnya bisa saja fun, karena menunjukkan suatu karakter menghadapi situasi yang entah itu menakutkan atau membahayakan. Cuman jika (anggota) RAPOT ini ditaruh di situasi yang menegangkan itulah situasi mereka, atau reaksi-reaksi natural yang secara natural bakal keluar dari kalian berempat," ungkap Sigi.

"Mungkin your fans bisa ngelihat kalian di berbagai situasi. Listeners can hear petualang sesungguhnya, sudah beda," sambung dia.

Tidak jauh berbeda dari Sigi Wimala yang merasa memperoleh pengalaman baru ketika dipercaya menjadi sutradara dari Mau Gak Mau musim kedua, Tumpal Tampubolon pun mengaku hal yang sama.

Tumpal Tampubolon merasa ada sesuatu yang lain ketika menyutradarai sandiwara dalam bentuk audio. "Bedanya sama film, nggak ada gambarnya, karena kerjasama, ternyata sama teman-teman RAPOT dibantuin banget," ujar Tumpal.

Lewat pengalaman baru itu, Tumpal mengaku mempelajari sesuatu yang sebelumnya belum pernah ia ketahui. Terlebih, dalam Mau Gak Mau musim kedua, Tumpal menyutradarai kisah bertemakan silat kerajaan.

"Seru banget ini seakan membuat dunia dalam audio. Namanya juga kerajaan, jadi ada tuh suara-suara yang nggak ada di masa sekarang. Gue sebenarnya sebelum ini nggak pernah masuk ke studio untuk bikin efek. Jadi pengalaman juga," terang Tumpal.

Selain membuat Mau Gak Mau, sebentar lagi RAPOT juga akan berkolaborasi dengan detikcom untuk menyuguhkan sesuatu yang seru. Penasaran? Nantikan berita selanjutnya!



Simak Video "Xtraordinary Festival Day 1: Passion Jadi Cuan Ala Angga Dwimas dan RAPOT"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dal)