Memperingati 100 Tahun Usmar Ismail di Bulan Hari Film

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 21 Mar 2021 12:21 WIB
Usmar Ismail
Foto: (100 Tahun Susmar Ismail)
Jakarta -

Maret tahun ini menjadi momen 100 tahun tokoh perfilman Usmar Ismail. Usmar Ismail tak dapat dipisahkan dari perkembangan industri perfilman Tanah Air.

Ia dikenal sebagai sastrawan juga sutradara Tanah Air yang berkarya dan mengembangkan industri film sejak era 1950-an. Mengenang Usmar Ismail menjadi hal yang penting saat ini.

Di tengah merangkaknya industri film yang turut terimbas pandemi, memperingati 100 tahun tokoh perfilman kelahiran 21 Maret 1921 ini mengingatkan jalan panjang yang telah dilalui perfilman Tanah Air.

Tahun ini sendiri, film Indonesia memperingati hari film yang ke-71. Memperingati hari film sekaligus peringatan 100 tahun tokoh perfilman Indonesia Usmar Ismail, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru, Direktorat Jenderal Kebudayaan mengadakan serangkaian acara.

Di antaranya pameran yang diselenggarakan di Bukittinggi, kota kelahiran Usmar Ismail hingga pemutaran film-film karya Usmar Ismail. Acara ini terselenggara mulai 27 Maret hingga 4 April.

Yuk, kenal lebih dekat dengan tokoh perfilman Usmar Ismail. Berikut film-film karyanya:

1. Tiga Dara (1956)

Dari banyaknya film-film yang lahir di sejarah perfilman Tanah Air, 'Tiga Dara' menjadi legenda tersendiri buah karya sutradara Usmar Ismail. Film ini disebut sebagai film pertama dari Usmar yang meraih sukses secara komersil.

Dikemas secara musikal. Tiga Dara berkisah tentang tiga saudara perempuan, yakni Nunung (Chitra Dewi), Nana (Mieke Wijaya), dan Neni (Indriati Iskak). Sepeninggal ibu mereka, ketiganya hidup bersama ayah mereka (Hassan Sanusi) serta nenek mereka (Fifi Young).

Sang nenek tak henti-hentinya membujuk dan mencarikan jodoh untuk ketiga cucu perempuannya. Sampai akhirnya, ketiganya dilanda asmara di waktu bersamaan, kemudian terjadilah kekacauan yang jenaka di antara mereka.

Tiga Dara dibuat versi kekiniannya oleh Nia Dinata. Film itu dirilis di 2016, menceritakan lika-liku kehidupan tiga saudara perempuan dalam pencarian jalan hidup hingga cinta untuk menemukan pasangan. Segala problematika itu dialami oleh Gendis, Ella, dan Bebe yang diperankan Shanty Paredes, Tara Basro, juga Tatyana Akman.

2. Lewat Djam Malam (1954)

Film ini juga salah satu film bersejarah Usmar Ismail. Kisahnya menceritakan ketika Indonesia baru saja memproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan Belanda. Pada masa itu, tentara masih berusaha menguasai keadaan dan menyelenggarakan jam malam di Kota Bandung.

Lewat Djam Malam pernah membanggakan Tanah Air usai menerima kesempatan diputar di Cannes Film Festival pada tahun 2012. Film tersebut juga menerima kesempatan direstorasi di bawah kerja sama National Museum of Singapore (NMS), Yayasan Konfiden, Yayasan Sinematek, kineforum Dewan Kesenian Jakarta, dan WCF ( World Cinema Foundation) yayasan yang dimiliki oleh sutradara Martin Scorsese.

3. Darah dan Doa (1950)

Darah dan Doa ditulis Usmar Ismail bersama Sitor Situmorang. Kisahnya mengikuti perjalanan prajurit divisi Siliwangi dari Yogyakarta menuju Jawa Barat usai Yogyakarta diserang dan diduduki pasukan kerajaan Belanda.

Proses pengambilan pertama produksi film ini ditetapkan sebagai cikal bakal hari film nasional yang selalu diperingati setiap tanggal 30 Maret.

4. Tamu Agung (1955)

Taks edikit film Usmar Ismail yang mengandung pesan khusus sekaligus mengomentari isu sosial yang tengah terjadi. Salah satunya ada dalam karyanya berjudul Tamu Agung.

Film yang dikemas komedi ini menceritakan kekacauan yang terjadi di sebuah desa terpencil di salah satu sudut Jawa Timur saat hendak mempersiapkan kehadiran seorang tokoh di desa tersebut.

Kabarnya, kisah film ini menyentil pemerintahan saat itu. Tamu Agung dibintangi Nina Amora, Chitra Dewi, Pandji Anom juga Cassin Abbas.

5. Enam Djam di Djogja (1951)

Usmar Ismail mengadaptasi peristiwa nyata tentang sejarah revolusi Indonesia. Ceritanya tentang usaha rakyat di Yogyakarta untuk membuktikan kedaulatan rakyat Indonesia yang sah di mata internasional.

Film ini berlatar era penjajahan Belanda di tahun 1948. Disutradarai Usmar Ismail, film ini dibintangi Del Juzar, R. Sutjipto dan Aedy Moward.



Simak Video "Jokowi Akan Beri Gelar Pahlawan ke 4 Tokoh, Ada Umar Ismail"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dal)