Bio One Sulit Keluar dari Peran di Hujan di Balik Jendela

Devy Octafiani - detikHot
Selasa, 16 Feb 2021 20:04 WIB
Bio One saat berkunjung ke kantor detikcom.
Bio One bintangi film terbaru Hujan di Balik Jendela / Foto: Asep Syaifullah
Jakarta -

Dari deretan peran yang pernah dibintangi Bio One, Hujan Di Balik Jendela membawa tantangan tersendiri. Ia mengaku kesulitan keluar dari perannya di film ini.

Hujan di Balik Jendela merupakan film karya sutradara Sunu Prastowo. Dalam film ini, Bio One berada di antara dua perempuan yang tokohnya diperankan Clara Bernadeth dan Yasamin Djasem.

Bio One mengungkapkan, ada kebiasaan yang ia lakukan untuk menjadi dirinya sendiri dan bukan tokoh bernama Dika yang ia perankan dalam film tersebut.

"Saya sekarang pakai kacamata, karena susah membedakan karakter saya dengan Dika. Karena, saya memang menggunakan kacamata," ujarnya Bio One belum lama ini.

Hujan di Balik Jendela membawa kisah drama cinta segitiga. Terselip latar tragedi 1998 dalam drama film ini.

Cerita dimulai saat Alda (Yasamin Jaseem) dan Dika (Bio One) pacaran saat kuliah. Suatu malam, Dika menggelar lamaran kasual di taman berhiaskan tenda dan puluhan lentera. Sebuah janji diikat. Lima tahun setelahnya, saat karier mapan, mereka akan berumah tangga.

Malam itu pula Alda berjanji akan memainkan lagu diiringi denting piano di hari bahagia. Untuk memenuhi janji ini, Alda mengambil kursus main piano dengan guru Gisel (Clara Bernadeth). Gisel yang berusia 40 tahun, menutup diri akibat trauma kerusuhan Mei 1998.

Kekasihnya, Daniel, tewas dalam kerusuhan. Pesan terakhir almarhum meminta Gisel di rumah saja agar tak menjadi korban. Sejak itu, Gisel tak pernah keluar rumah. Ia menjadi seorang tutor dan hanya menerima siswi perempuan di kediamannya. Saat Dika mengantar Alda kursus, ada perasaan berbeda di hati Gisel.

Diungkapkan Clara Bernadeth, ia melakukan riset dan pendalaman berbeda karena dirinya tak mengalami peristiwa 1998 di masa lalu.

[Gambas:Youtube]




"Tokoh yang saya perankan ini kan mengalami trauma atas kejadian tahun 1998. Sedangkan saya tidak mengalami itu. Jadi sempat kesulitan juga mendalami karakternya. Tapi, setelah saya melakukan riset dan saat reading juga diberi banyak masukan, akhirnya semua bisa berjalan lancar," ungkapnya.



Simak Video "Cerita 'Persahabatan Bagai Kepompong' Balik Lagi dalam Bentuk Film!"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/dal)