6 Hal Indonesia Banget dari Trailer Raya and the Last Dragon

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Kamis, 28 Jan 2021 08:40 WIB
RAYA AND THE LAST DRAGON - As an evil force threatens the kingdom of Kumandra, it is up to warrior Raya, and her trusty steed Tuk Tuk, to leave their Heart Lands home and track down the last dragon to help stop the villainous Druun. © 2020 Disney. All Rights Reserved.
Raya and the Last Dragon banyak memasukkan elemen Indonesia (Foto: Disney)
Jakarta -

Disney akhirnya merilis trailer resmi dari film animasi terbarunya Raya and the Last Dragon. Ini merupakan film animasi Princess Disney pertama dari Asia Tenggara.

Sebelumnya Disney telah banyak mengadaptasi kisah-kisah klasik dari cerita legendaris dan menyulap karakter-karakternya jadi Princess Disney seperti Rapunzel, Cinderella, Snow White, Ariel, hingga Elsa. Kali ini seperti halnya Moana, Disney kembali dengan cerita original lewat karakter Raya.

Raya and the Last Dragon merupakan cerita original dari karakter-karakter fiksi yang terinspirasi dari budaya Asia Tenggara. Masyarakatnya hidup di sebuah dunia bernama Kumandra yang kini terpecah belah. Raya (suaranya diisi oleh Kelly Marie Tran) pun punya misi mencari Naga terakhir bernama Sisu (suaranya diisi oleh Awkwafina) yang disebut-sebut jadi juru selamat.

Dalam produksi Raya and the Last Dragon, tim Walt Disney Animation Studios melakukan riset mendalam soal budaya masyarakat Asia Tenggara. Tentu saja Indonesia jadi salah satu negara yang dikunjungi oleh tim Disney dalam riset ini, sehingga ada banyak hal dalam film Raya and the Last Dragon yang bakal terasa akrab di mata dan hati penonton Indonesia.

[Gambas:Youtube]


Berikut beberapa rangkumannya:

1. Keris

Raya seeks the help of the legendary dragon, Sisu. Seeing what's become of Kumandra, Sisu commits to helping Raya fulfill her mission in reuniting the lands. Featuring Kelly Marie Tran as the voice of Raya and Awkwafina as the voice of Sisu, Walt Disney Animation Studios' Pedang Raya di film Raya and the Last Dragon terinspirasi dari keris. Foto: DISNEY/Disney

Dalam wawancara dengan detikcom belum lama ini, produser Raya and the Last Dragon, Osnat Shurer menyebutkan bahwa unsur Indonesia juga kental di Raya and the Last Dragon. Salah satu yang terinspirasi dari budaya Indonesia adalah senjata yang digunakan oleh Raya.

"Ada hal spesifik (dari Indonesia yang dimasukkan ke film) seperti keris yang menjadi inspirasi senjata milik Raya," kata Osnat Shurer yang dalam film ini berkolaborasi dengan Peter Del Vechno di bangku produser.

2. Simbol buto ijo

RAYA AND THE LAST DRAGONTopeng bersimbol buto ijo di Raya and the Last Dragon Foto: (dok.YouTube)

Salah satu yang mencolok di awal perilisan teaser buat Raya and the Last Dragon adalah simbol buto ijo. Muncul lewat sebuah topeng berwarna hijau, berwajah seram, dan bertaring panjang yang digunakan oleh Benja dalam sebuah pertarungan dengan Raya di trailer. Benja adalah karakter Ayah Raya dalam film ini yang suaranya diisi oleh Daniel Dae Kim.

3. Pencak silat

Raya seeks the help of the legendary dragon, Sisu. Seeing what's become of Kumandra, Sisu commits to helping Raya fulfill her mission in reuniting the lands. Featuring Kelly Marie Tran as the voice of Raya and Awkwafina as the voice of Sisu, Walt Disney Animation Studios' Adegan berkelahi dengan pencak silat banyak ditampilkan Raya dan Namaari Foto: DISNEY/Disney

"Tidak ada Princess Disney yang bertarung sebanyak Raya!" kata tim produksi Raya and the Last Dragon ketika berbincang dengan detikcom. Kalau kamu memperhatikan detail gerakan berkelahinya pasti sangat familer, kan?

Gaya berkelahi para karakter di film yang disutradarai oleh Don Hall dan Carlos López Estrada bersama Paul Briggs dan John Ripa memang berdasarkan pencak silat. Salah satu penulis skenarionya, Qui Nguyen, menjadi konsultan buat gerakan bela diri di film ini. Meski berasal dari Vietnam, Qui Nguyen merupakan seorang ahli di bidang budaya bela diri Asia Tenggara.

4. Rumah Gadang

Kumandra terpecah jadi lima suku dan kubu dalam kisah Raya and the Last Dragon. Bangunan tradisional salah satu suku tampak terinspirasi dari Rumah Gadang dari Padang. Tampilan bangunan ini muncul sekilas di trailer berdurasi 2 menit 28 detik tersebut saat Raya menjelaskan sejarah Kumandra.

5. Wayang kulit

Dalam obrolan detikcom dengan produser, sutradara, dan penulis skenario Raya and the Last Dragon beberapa waktu lalu, mereka juga menyebut unsur wayang kulit jadi salah satu inspirasi yang dimasukkan dalam film. Apakah mungkin yang dimaksud adalah gambar naga Sisu melawan kekuatan hitam yang ditunjukkan Raya?

Raya seeks the help of the legendary dragon, Sisu. Seeing what's become of Kumandra, Sisu commits to helping Raya fulfill her mission in reuniting the lands. Featuring Kelly Marie Tran as the voice of Raya and Awkwafina as the voice of Sisu, Walt Disney Animation Studios' Raya dan Sisu Foto: DISNEY/Disney

6. Gamelan

Dalam event junket daring dan presentasi Raya and the Last Dragon yang digelar Disney beberapa waktu lalu, suara-suara gamelan amat kental terdengar. Unsur musik tradisional khas Indonesia ini juga bakal banyak kita dengar dalam film Raya and the Last Dragon nantinya.

Film Raya and the Last Dragon akan tayang di bioskop Maret 2021.

(aay/tia)