Dian Sastrowardoyo Harap Industri Film Indonesia Bisa Seperti Korsel

Devy Octaviany - detikHot
Sabtu, 19 Sep 2020 15:24 WIB
Dian Sastrowardoyo
Dian Sastro harap film Indonesia bisa seperti Korsel. (Foto: Instagram @therealdisastr)
Jakarta -

Perfilman Indonesia melalui sejumlah fase hingga berada di titik seperti sekarang. Hal ini dijabarkan Dian Sastrowardoyo di sebuah acara Webinar baru-baru ini.

Dalam acara yang diselenggarakan secara virtual bertajuk M-Class tersebut, Dian Sastrowardoyo memaparkan fase demi fase industri film Tanah Air yang dahulu sempat mati suri. Di momen mati suri, perfilman Indonesia berupaya bangkit dari situasi sulit tersebut.

Dian mengatakan bagaimana banyak sineas yang bahu membahu membuat karya dalam keterbatasan. Tentu, kondisi perfilman Indonesia sudah lebih baik di masa kini. Namun ia menilai masih banyak hal yang harus dibenahi.

Dalam kesempatan itu, Dian Sastro kemudian menyinggung bagaimana industri film Korea Selatan dianggapnya berhasil membuat karya mereka diterima secara global.

"Dulu nggak banyak yang tahu tentang orang-orang Korea itu seperti apa, kebudayaannya, bahasanya," terang Dian.

Ia kemudian menjabarkan bagaimana kini Korea menjadi pusat perhatian lewat industri kreatif mereka yang dibangun lewat musik juga film dan serialnya yang digandrungi banyak orang.

"Kita bahkan sekarang suka membayangkan misalnya ingin punya pacar kayak oppa-oppa atau perempuan-perempuan Korea yang cantik. Bahkan kita juga keranjingan makan makanan yang mereka makan," tuturnya.

Industri film dinilai Dian Sastrowardoyo belum dianggap sebagai sektor yang diyakini dapat menyumbang kemajuan di Indonesia. Berbeda dengan Korea Selatan yang dibaca Dian imagenya sudah terlihat secara global.

"Kapan kira-kira Indonesia memiliki image yang baik secara global? Karena kalau kita benar-benar investasi, industri perfilman begitu maju, kualitasnya juga meroket sehingga yang nonton film Indonesia itu nggak cuma orang Indonesia doang," ujar Dian.

Dian meyakini, peluang perfilman Indonesia untuk terus bertumbuh masihlah luas. Meski pandemi saat ini membuat layar bioskop ditutup, namun akses untuk menampilkan karya film masih terbuka dengan munculnya beragam OTT.

(doc/mau)