Kontroversi Film Cuties: Dipuji di Festival, Dihujat di Netflix

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 18 Sep 2020 19:00 WIB
cuties
Foto: Film Cuties (dok. Netflix)
Jakarta -

Film Cuties ramai dibicarakan selama beberapa pekan terakhir. Lantaran film arahan Maïmouna Doucouré itu disebut terlalu vulgar dalam menampilkan anak-anak.

Cuties mengundang kontroversi setelah Netflix mengambil alih hak tayang film tersebut. Meski menang di Sundance Film Festival kategori Directing Award - Dramatic, namun para kritikus film terutama di Amerika menilah film ini terlalu mengarah ke pornografi anak.

Penonton pun kemudian menuduh Netflix mempromosikan pedofilia karena marketing film tersebut. Pengguna media sosial meramaikan tagar #CancelNetflix dan menyuarakan agar masyarakat berhenti berlangganana layanan streaming tersebut.

Petisi untuk menghapus film Cuties di Netflix pun dibuat di situs Change.org. Lebih dari 656 ribu tandatangan dikumpulkan. Orang-orang sepakat untuk mengakhiri langganan Netflix mereka.

Cuties jadi film yang dibahas di episode terbaru Podcast Penonton Bayaran detikcom yang sudah bisa didengarkan di Spotify:

Netflix benar-benar kehilangan pelanggan

Perusahaan anlis Antenna mencatat sebuah data menarik. Kampanye #CancelNetflix di media sosial ternyata berdampak pada jumlah pelanggan Netflix. Banyak dari mereka yang benar-benar berhenti berlangganan.

Selama lima hari saja sejak tagar #CancelNetflix, Netflix telah kehilangan lebih banyak pelanggan dibandingkan dengan kurun waktu 30 hari. Sayangnya data yang dikeluarkan Antenna tidak menampilkan angka pasti sehingga tidak bisa dipastikan apakah jumlah orang yang membatalkan langganannya akan berpengaruh pada total 72,9 juta pelanggan Netflix di Amerika Serikat saja.

Cuties dan masalah pornografi anak

Forbes menulis bahwa Cuties dinilai terlalu berlebihan dalam menampilkan tubuh anak-anak di bawah umur. Dalam film, pemeran utamanya yang bernama Amy kerap tampil dengan pakaian minim. Bahkan ada adegan ketika Amy memotret alat kelaminnya untuk diunggah ke media sosial.

Meski begitu, sebagian kritikus film termasuk juga sutradara Maïmouna Doucouré menyebut bahwa film Cuties adalah sebuah gambaran sosial terhadap seksualisasi anak-anak.

(aay/nu2)