Rumah Produksi Film Satria Dewa GatotKaca Siap Syuting hingga 2027

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 14 Agu 2020 06:00 WIB
Rumah produksi, PT Satria Dewa Studio (SDS) siap memproduksi sebuah mahakarya film Satria Dewa Gatotkaca yang melegenda di Indonesia. Gimana hasilnya?
Foto: dok. SDS
Jakarta -

Satria Dewa Studio menjadi rumah produksi baru yang akan menaungi beberapa film laga dari pahlawan super Tanah Air. Salah satunya Satria Dewa GatotKaca yang akan tayang pada 2021.

Dalam jumpa pers digital yang dilaksanakan pada Kamis (13/8/2020), Celerina Judisari selaku produser menjelaskan Satria Dewa Studio akan melaksanakan proses syuting film-filmnya hingga 2027. Proses syuting ini juga akan berjalan di tengah hiruk pikuk pandemi Corona yang masih menghantui.

Dijelaskan Celerina, tentunya ada pergeseran jadwal dan perubahan rencana dalam proses syuting tujuh film dari Satria Dewa Studio. Semua ini berimbas dari pandemi Corona yang menjadi salah satu kekhawatirannya.

"Rencana sudah pasti geser. Kita masih berjuang gimana Pemda boleh buka lagi bioskop karena biarpun ada ketentuan dari pusat tapi yang akan buka itu Pemda," ujar Celerina.

"Hingga saat ini distribusi film selain OTT, yakni bioskop kan belum boleh. Jadi pasti semua geser ya. Tapi pastinya sampai kapan belum tau. Ya, kita yakin hasil ini pasti bagus. Kita harap ini mimpinya akan terwujud untuk tujuh tahun ke depan," tuturnya lagi.

Bukan hanya perihal membahas kekhawatiran saja, Celerina juga turut menjelaskan proses syuting yang akan berjalan di tengah pandemi. Salah satu proses syuting yang sudah berjalan pun film Satria Dewa GatotKaca.

Protokol-protokol kesehatan yang telah diresmikan Kementerian Kesehatan pun menjadi patokan mereka dalam melakukan syuting.

"Kalau untuk protokol kita sangat menyiapkan karena saya terlibat tim penyusunan protokol kesehatan under badan film indo. Kita merunut apa yang dikeluarkan oleh Kementerian. Secara protokoler itu tidak menyulitkan untuk PH (production house) melakukan produksi. Semua sudah dipikirkan, semua dapat dilakukan," paparnya.

Bukan hanya itu saja, Celerina juga menjelaskan adanya rapid test bagi semua tim film. Kedisiplinan mengikuti arahan kesehatan diberbagai tempat seperti tempat penginapan pun juga dilakukan.

Apabila ditemukan seseorang yang terpapar atau reaktif virus Corona pun akan segera ditindak lanjuti.

"Rapid test harus ada, jadi beberapa kali kita lakukan, sebelum teaser kita lakukan," ungkapnya.

"Di Jogja dua kali ya bahkan. Sosial distancing susah tapi kita yakin tim ini sudah terkarantina. Karena kita di satu hotel dan hotelnya mengikuti protokol kesehatan. Jika nanti ada yang terkena atau reaktif kita tau apa yang harus dilakukan," tutup Celerina.

(pig/aay)