Fakta 'Miracle in Cell No. 7' Versi Indonesia yang diperankan Tora hingga Vino

Lusiana Mustinda - detikHot
Kamis, 30 Jan 2020 13:02 WIB
miracle in cell no. 7
Miracle in Cell No. 7. Foto: Istimewa
Jakarta -

Setelah film Sunny dan Miss Granny yang diremake. Kini 'Miracle in Cell No. 7' akan menjadi film populer Korea Selatan yang dibuat dalam versi Indonesia. Siapa saja pemerannya dan bagaimana sinopsisnya?

Miracle in Cell No. 7 adalah film garapan sutradara Lee Hwan Kyung yang berhasil meraih kesuksesan setelah tayang di bioskop pada Januari 2013 lalu. Film ini juga berhasil mendulang pendapatan sebesar US$81,8 juta atau sekitar 1,1 trilliun dan menjadi film terlaris di Korea Selatan pada tahun 2013.

Saat ini film tersebut menempati posisi ketiga film terlaris sepanjang masa di Korea Selatan setelah 'Along with the Gods: The Two Worlds' dan 'Train To Busan'.

Versi Koreanya diperankan oleh Park Shin Hye dan Ryu Seung Ryong ini ialah film komedi yang dibalut dengan kisah melodramatis. Menjadi salah satu film Korea tersedih, Miracle in Cell No. 7 menceritakan tentang rasa cinta sang ayah pada anak dan juga sebaliknya.

Sinopsis Miracle in Cell No. 7 bercerita tentang Ye Sung kecil (Kal So-won) yang selalu membantu ayahnya yang menderita keterbelakangan mental (Ryoo Seung Ryoung) keadaan ayahnya, akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi rasa cintanya kepada sang ayah.

Film Miracle in Cell No. 7 versi Korea.Film Miracle in Cell No. 7 versi Korea. Foto: Just Watch

Dan pada suatu hari, Ye Sung kecil menginginkan tas kuning bergambar Sailor Moon, ia dan ayahnya selalu mengintip dari kaca dan berandai-andai untuk segera membelinya. Ketika sang ayah sudah menerima gaji dari pekerjaannya sebagai tukang parkir, mereka pun ke toko tersebut untuk membelinya.

Namun, ternyata tas satu-satunya sudah ada di tangan pembeli lain yang kebetulan adalah anak dari seorang komisaris polisi. Ayahnya Lee Yong Goo meminta anak tersebut menjualnya kepada Ye Sung. Namun anak tersebut enggan memberikannya.

Beberapa hari kemudian, anak komisaris polisi itu menemui Lee Yong Goo untuk memberitahu ada toko yang menjual tas serupa. Lee Yong Goo pun mengikuti anak komisaris polisi itu, namun saat di jalan anak tersebut terjatuh hingga mengakibatkan meninggalnya anak tersebut.

Di sinilah Lee Yong Goo terjebak dalam kasus tuduhan penculikan, kekerasan seksual hingga pembunuhan. Dan akhirnya ia harus berpisah dengan Ye Sung. Dan karena kasus ini, Ye Sung dikirim ke sebuah lembaga pengasuhan.

Dibantu dengan teman-teman satu sel di no. 7 akhirnya Lee Yong Goo bertemu dengan Ye Sung dengan proses pertemuan yang menegangkan. Mendapatkan ancaman dari komisaris polisi yang merupakan ayah dari anak yang meninggal. Komisaris itu mengancam akan membahayakan Ye Sung jika Lee Yong Goo tak mau mengakui kejahatannya.

Di pengadilan Lee Yong Goo akhirnya mengakui semua tuduhan yang tidak ia lakukan. Sampai Ye Sung dewasa (Park Shin Hye) bersama dengan tahanan di sel no. 7 dan ia pun akhirnya berhasil membuktikan bahwa sang ayah tak bersalah meskipun Lee Yong Goo telah meninggal.

Berikut beberapa hal seputar film 'Miracle in Cell No. 7' versi Indonesia yang bisa bikin kamu penasaran untuk menonton:

1. Film Remake

Rumah produksi Falcon Pictures akan memproduksi ulang film Korea berjudul 'Miracle in Cell No. 7'. Produksi ulang film Korea ini juga turut menambah deretan film hits di Korea yang diproduksi ulang oleh rumah produksi Indonesia.

Sebelumnya ada film 'Sweet 20' yang diadaptasi dari film Korea berjudul 'Miss Granny' yang dirilis tahun 2017 lalu. Dan beberapa waktu lalu juga ada film Korea versi Indonesia berjudul 'Bebas' yang merupakan garapan ulang film 'Sunny'.

2. Pemain

Dalam sebuah unggahan video di Instagram, terlihat deretan pemain dari aktor-aktor kenamaan Indonesia seperti Vino G. Bastian, Indro 'Warkop' hingga Tora Sudiro.

Ada juga beberapa pemain pendatang baru seperti Bryan Domani, Indra Jegel, Muhammad Rizki Rakelna hingga Graciella Abigail.

Film Miracle in Cell No. 7Film Miracle in Cell No. 7 Foto: Istimewa

3. Kisah Nyata

Film yang akan digarap oleh sutradara Hanung Bramantyo ini sebenarnya diambil dari kisah nyata. Film Miracle in Cell No. 7 dibuat berdasarkan kisah nyata yang terjadi pada tahun 1972 di Korea Selatan. Di tahun 2013, film ini kembali mempresentasikan diskriminasi dan ketidakadilan yang dialami oleh seorang penyandang kebutuhan khusus.

4. Tayang

Dalam akun Instagram @falconpictures_ disebut film Miracle in Cell No. 7 versi Indonesia ini akan tayang di bioskop pada tahun 2020 ini.

Penasaran? Tunggu saja kabar terbarunya ya detikers.



Simak Video "'Miracle in Cell No. 7' Jadi Film Terberat Kedua Hanung Bramantyo"
[Gambas:Video 20detik]
(lus/erd)