Perselisihan mengenai tiket konser BLACKPINK menjadi salah satu poin yang memicu perdebatan panas dalam konflik antara Ruben Onsu dan Sarwendah.
Sebelumnya pihak Ruben Onsu mengatakan Sarwendah meminta untuk mendapatkan kursi tambahan, kini pihak kuasa hukum Sarwendah memberikan klarifikasi mengenai duduk perkara tersebut.
Pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya, Abraham Simon, menegaskan permintaan penambahan kursi murni didasari oleh faktor keamanan anak-anak. Mengingat kondisi konser yang sangat padat di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Sarwendah merasa khawatir bila anak-anak hanya didampingi oleh Betrand Peto (Onyo) tanpa orang dewasa lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Konser BLACKPINK itu kan ramai ya, ribuan orang di dalam stadion itu. Kalau hanya Onyo yang bersama dengan dua adik-adiknya, kalau salah satu mau ke toilet seperti apa? Apa mereka harus ditinggal salah satu di tempat duduk, apa harus diboyong semua? Nah, ini yang menjadi kekhawatiran klien kami," kata Abraham Simon saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026).
Abraham Simon menjelaskan rencana awal tiket tersebut diperuntukkan bagi Ruben Onsu dan anak-anaknya. Namun, karena presenter berusia 42 tahun itu mendadak berhalangan hadir pada saat hari konser, Sarwendah mencoba mencari solusi agar posisi pendamping tetap aman dalam satu barisan demi kenyamanan anak-anak selama acara berlangsung.
"Itu kenapa akhirnya klien kami bertanya, 'Bisa gak ada satu row lagi tempat duduk yang satu row?'. Benar, klien kami bertanya, tapi satu yang tidak dijelaskan oleh kuasa hukum RO, klien kami menjawab, bertanya, 'Gak apa-apa aku yang bayar aja'," terang Abraham Simon.
Tim kuasa hukum Sarwendah menyayangkan adanya penggiringan opini yang menyebut klien mereka memberikan tekanan kepada pihak Ruben Onsu. Menurutnya, fakta mantan personel girlband Cherrybelle itu bersedia menanggung biaya tiket tambahan tersebut secara pribadi sengaja tidak diungkap ke publik oleh pihak lawan untuk membangun citra buruk terhadap Sarwendah.
"Jadi klien kami memang meminta untuk satu seat satu row, tapi klien kami yang akan bayar. Tujuannya apa? Supaya mendampingi orang yang pada saat itu misalkan bertiga kalau salah satu mau ke toilet salah satu tidak perlu ikut, ada yang menjaga. Tujuannya baik dan maksudnya pun baik, mau membayar," tegas Abraham Simon.










































