Yang Ajaib dari Joko Anwar untuk 'Perempuan Tanah Jahanam'

Devy Octaviany - detikHot
Minggu, 20 Okt 2019 12:09 WIB
Foto: (dok.Perempuan Tanah Jahanam)
Jakarta - Artikel ini mengandung spoiler. Berhenti di sini jika merasa terganggu.

Joko Anwar tak ingin sembarang dalam menggarap tiap film-filmnya. Termasuk untuk 'Perempuan Tanah Jahanam'.

Dirinya sudah punya bayangan tentang adegan seperti apa yang ia inginkan untuk filmnya tersebut.



Hal ini pun menjadi perhatian Joko dalam pemilihan lokasi. Keluar-masuk ke dalam hutan, Joko mencari lokasi-lokasi yang ia inginkan dari kawasan di beberapa tempat seperti Surabaya, Pasuruan, Gempol, Lumajang, Banyuwangi juga Malang.

"Kalau soal detail di film, jangankan soal hutan. Soal asbak aja gue bisa detail," ungkap Joko saat diwawancara belum lama ini.



Bagi yang sudah menyaksikan filmnya, adegan Tara Basro lari melintasi hutan menjadi salah satu adegan penting dalam film.

"Waktu Tara dikejar-kejar malem-malem itu hutannya homogen, di lapis kedua ada hutan bambu, di lapis ketiga itu ada yang paling luar, itu yang gede pohonnya gede-gede, tapi homogen. Di luar itu semua, hutannya udah hutan pinus, jalan raya. Nah karena itu nggak bisa dicapai di satu lokasi, itu akhirnya kita nyari 3 hutan di 3 lokasi karena gue bilang, kita harus dapet hutan yang kita inginkan sesuai cerita," kisah Joko.

Yang Ajaib dari Joko Anwar untuk 'Perempuan Tanah Jahanam'Foto: Asep Syaifullah/detikHOT


Joko juga mengambil beberapa adegan di dalam hutan bambu. Joko pun punya alasan soal itu.

"Kenapa ada karakter yang disakiti di hutan bambu yang melengkung. Karena itu menggambarkan ada tujuannya. Karena secara psikologis, orang kalau ngeliat sesuatu yang melengkung itu asosiasinya itu dengan sesuatu yang evil atau tidak jujur," urai Joko lagi.

Simbol-simbol yang ia selipkan itu menjadi sebuah bahasa gambar dalam film yang memperkuat cerita. Seperti di film 'Pengabdi Setan', Joko bekerja sama dengan sinematografer pemenang Piala Citra Ical Tanjung dalam pengambilan gambar di film 'Perempuan Tanah Jahanam'.
Halaman

(doc/wes)