detikHot

movie

Film Indonesia Belajar dari Asing

Minggu, 22 Sep 2019 10:39 WIB Pingkan Anggraini - detikHot
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Iklim perfilman Tanah Air sedang tumbuh makin baik. Sektor di bidang ini telah dibuka dari Daftar Negatif Investasi sejak 2015 lalu.

Ini memungkinkan investor luar negeri menaruh modal di sektor perfilman Indonesia. Tak hanya jumlah penonton yang naik pesat.

Pertumbuhan bioskop juga makin banyak karena investasi dari asing yang terbuka. Kepala Bekfraf, Triawan Munaf mengatakan hal ini penting sebab perkembangan film Indonesia butuh bantuan untuk bisa makin baik terutama dari sisi kualitas.



"Ini bukan kita mengutamakan (investor) asing, karena kalau asing punya pengalaman, uang, dan expertise. Kita memang butuh di sini," urai Triawan Munaf saat ditemui baru-baru ini.

Sempat ada kekhawatiran terbukanya investasi dari luar ke film akan mempengaruhi produksi film itu sendiri. Namun Triawan mengatakan itu tak seperti apa yang dikhawatirkan selama ini.

Suntikan modal yang diterima produksi film lokal tak mempengaruhi sisi cerita hingga pembuatan film secara keseluruhan.

"Jadi di situlah tepatnya regulasi ini. Film syuting di Indonesia, cerita Indonesia, boleh campur-campur," imbuh Triawan.

"Sampai sekarang terus, Lotte Cinema mau masuk, lama-lama dari India, China, mau masuk. Tapi mereka bukan membuat film mereka, bikin film Indonesia dan bekerja sama," tukas Triawan.


Simak Video "Jelang Purnabakti, Kepala Bekraf: Perjalanan Masih Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com