Komite Ulama Islam: Stop Putar Film Asing!
Jumat, 28 Okt 2005 12:41 WIB
Jakarta - Film asing berdampak buruk bagi kaum muslim. Mulai dari penyalahgunaan alkohol, narkoba, sampai penyebaran paham feminis, liberal dan sekuler. Maka, stop pemutaran film asing! Demikian menurut Komite Ulama Islam di Iran yang diketuai langsung Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad seperti dilansir dari AP, Jumat (28/10/2005). Mahmoud memang dikenal sebagai tokoh konservatif dan memiliki pandangan yang sangat Islami. Ketika masih menjabat sebagai walikota Teheran tahun 2003 lalu, ia banyak membuat kegiatan yang berkaitan dengan pengembalian nilai-nilai keagamaan di kehidupan sehari-hari. Pusat kebudayaan Islam menjadi tempat yang ia sering kunjungi. Kembali ke soal pelarangan pemutaran film asing di Iran, hal ini sebenarnya tidak akan banyak berpengaruh ke jaringan bioskop ataupun pecinta film yang gemar menonton bioskop. Mengapa? Karena bioskop Iran memang jarang memutar film made in Hollywood atau film asing lainnya. Dampaknya justru terasa pada penonton layar kaca. Saluran-saluran tv akan dikontrol ketat oleh pemerintah dan pemuka Islam garis keras. Namun yang banyak pengamat industri hiburan khawatirkan adalah efek lanjutannya. Kemungkinan, masyarakat Iran akan kembali meramaikan pasar gelap yang menjual video-video film barat bajakan. Sebelum Mahmoud Ahmadinejad menjabat, tepatnya pada masa kepemimpinan Presiden Mohammad Khatami, masyarakat Iran bebas menikmati pertumbuhan sosial serta terekspos kebudayaan barat melalui tv satelit. Sampai berita ini diturunkan, masih belum jelas apakah banyak masyarakat Iran yang menentang keputusan Mahmoud Ahmadinejad atau tidak. (ine/)











































