detikHot

movie

'Once Upon a Time in Hollywood', Surat Cinta dari Quentin Tarantino

Senin, 26 Agu 2019 11:00 WIB Ollivia Pratiwi - detikHot
Foto: imdb/ istimewa Foto: imdb/ istimewa
Foto: imdb/ istimewa Foto: imdb/ istimewa
Jakarta - Leonardo DiCaprio dan Brat Pitt berperan sebagai pekerja industri hiburan kelas menengah yang membentuk visi dari sutradara Quentin Tarantino pada Golden Age dunia perfilman Hollywood. 'Once Upon A Time In Hollywood' akan membawa penonton di akhir pekan yang panjang pada Februari 1969.

Akhir pekan yang akan membawa penonton pada Pembunuhan Manson yang terkenal. Film tersebut akan memotret perjalanan seorang aktor film koboi, Rick Dalton, dan sahabat sekaligus peran penggantinya, Cliff Booth.

Namun, karena perubahan karier Rick, Cliff pun ikut berubah menjadi penyedia jasa palugada untuk Rick. Pekerjaan Cliff termasuk mengantar jemput, membetulkan antena TV, dan menenangkan Rick yang sedang panik.



Rick sendiri adalah sosok yang mencintai apa yang ia jalani, namun merasa terbebani dengan apa yang akan terjadi. Sementara Cliff merupakan sosok yang lebih santai dan bisa menyelesaikan segalanya.

Tentu saja, seperti faktanya Rick Dalton hidup bersebelahan dengan Roman Polanski (Rafal Zawierucha) dan Sharon Tate (Margot Robbie). Quentin Tarantino sendiri memang mengadopsi formula genre Western, dimana beberapa aspek mengambil dari sejarah nyata. Atau singkatnya adalah fiksi sejarah.

'Once Upon A Time In Hollywood' berhasil memotret bisnis dan kehidupan Hollywood di tahun 60-an. DiCaprio sendiri merupakan aktor yang tepat untuk memerankan Rick Dalton. Ia memang selalu memiliki karisma Hollywood klasik dan kemampuan akting yang luar biasa.

Sedangkan karakter Margot Robbie justru tak berkembang dengan baik. Ia memiliki sedikit dialog dan lebih menyerupai simbol impian Hollywood. Yakni, seorang aktris yang menikahi sutradara berbakat. Tarantino nampaknya lebih tertarik untuk mengeksplor gagasan "impian Hollywood" daripada memperkenalkan siapa Sharon Tate.



'Once Upon A Time In Hollywood' memang memiliki alur cerita yang lamban dan agak sulit diikuti tanpa merasa bosan. Namun, film ini semacam surat cinta Tarantino untuk Los Angeles tahun 60an. Dimana pecinta B films dan Golden Age Hollywood akan menikmati setiap detik yang disuguhkan.

Budaya pop dan film-film yang direka ulang dengan detail menambah sentuhan nostalgia dalam film tersebut.





Simak Video "'Once Upon a Time in Hollywood', Karya Sempurna Quentin Tarantino"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com