detikHot

movie

Berani dan Sarat Politik, Sutradara Bicara soal Dana Penggarapan 'Sexy Killers'

Jumat, 03 Mei 2019 10:52 WIB Hanif Hawari - detikHot
Foto: Dandhy Laksono (Hanif/detikHOT) Foto: Dandhy Laksono (Hanif/detikHOT)
Jakarta - Sutradara film 'Sexy Killers', Dandhy Laksono, enggan memberikan informasi secara blak-blakan soal dana produksi filmnya. Ketika ditanya hal tersebut, jurnalis senior itu justru bertanya balik.

"Yang lebih pantas ditanya berapa dana yang dihabiskan adalah semua orang yang saya sebut di film ini. Berapa banyak para pengusaha batu bara menyumbang dana politik kepada Pilpres," ujar Dandhy Laksono saat ditemui dalam 'Diskusi Publik: Menggugat Sexy Killers bersama Dandhy Laksono'di Visinema Campus, Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.

"Saya pikir itu jauh lebih relevan. Kalau ada yang bisa menjawab itu, saya akan menjawab dari mana dananya dan berapa," sambungnya lagi.

Dandhy Laksono hanya menyebut dirinya tak begitu mengandalkan suntikan dana. Nilai-nilai sosial, dari gotong royong hingga kolaborasi, kata Dandhy Laksono, justru berperan lebih besar.

"Ya kalau pakai mobilisasi politik, seperti sekarang ya mahal. Tapi kalau pakai cara kami yang gotong royong, kolaborasi, orang juga akan kaget kalau tahu berapa yang kita habiskan dalam setahun dengan naik motor bekas," kata Dandhy Laksono.

Baca juga: Tanggapi Film 'Sexy Killers', Cak Imin: Harus Ditonton Pimpinan Lembaga Negara

Seperti diketahui, film 'Sexy Killers' berhasil menarik perhatian publik secara luas. Hingga kini, film dokumenter yang menyorot nasib masyarakat di sekitar pertambangan batu bara itu telah ditonton sebanyak 21 juta kali setelah diunggah di YouTube, dua minggu lalu.

Tonton video 'Bongkar Rahasia di Balik Film Viral 'Sexy Killers'':

[Gambas:Video 20detik]



Tak hanya itu, film tersebut sekaligus bertujuan membeberkan fakta soal para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan bisnis tersebut. Para aktor yang disebutkan ternyata punya kaitan dengan kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pilpres 2019, Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga uno.

Tak heran, 'Sexy Killers' disebut-sebut menjadi film yang berhasil mengutak-atik pilihan politik masyarakat Tanah Air. Tak sedikit yang jadi Golput gara-gara menonton film itu.


(hnh/nkn)


FOKUS BERITA: Menggugat 'Sexy Killers'
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com